IBC Entitas Asosiasi ANTM Bikin JV Manufaktur Sel Baterai dengan CBL
Antam (ANTM) salah satu pemegang saham IBC. Per 30 Juni 2024 ANTM tercatat memiliki 26,7% saham IBC. - Halaman all
(InvestorID) 17/10/24 10:49 16606181
JAKARTA, investor.id - PT Industri Baterai Indonesia atau Industry Battery Corporation (IBC) melakukan penandatanganan interim agreement dan akta pendirian perusahaan patungan alias joint venture (JV) manufaktur sel baterai dengan CBL International Development Pte Ltd di Kementerian BUMN pada Rabu (16/10/2024).
IBC merupakan perusahaan yang didukung oleh 4 perusahaan BUMN sebagai pemegang saham yaitu PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM), PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Pertamina Power Indonesia, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Berdasarkan catatan pada laporan keuangan Antam semester I-2024, per 30 Juni 2024 ANTM tercatat memiliki 26,7% saham IBC.
Sedangkan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) adalah perusahaan patungan yang didirikan pada 19 Oktober 2020 dan dikendalikan oleh Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) grup. CATL adalah pemimpin global dalam teknologi inovatif energi baru.
Sementara itu, penandatanganan antara IBC - entitas asosiasi Antam (ANTM) - dan CBL disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.
Kerja sama ini merupakan upaya strategis IBC dalam mendorong program hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai terintegrasi serta dalam rangka mengembangkan rantai pasok baterai kendaraan listrik mulai dari hulu hingga ke hilir. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci baterai di pasar global.
Dalam kerja sama ini, IBC- entitas asosiasi Antam (ANTM) terlibat dalam rantai nilai di segmen hilir antara lain manufaktur baterai material, manufaktur sel baterai, dan daur ulang baterai.
Pemain Utama
Direktur Utama IBC, Toto Nugroho menyampaikan bahwa bahwa JV 5 pihaknya, proyek manufaktur battery cell saat ini telah memasuki tahap awal dan berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
“Melalui upaya bersama, IBC dan CBL ingin mengembangkan proyek ini secara bertahap dengan tujuan untuk menginvestasikan sejumlah total US$ 1,18 miliar dan mencapai total kapasitas produksi 15 GWh per tahun, yang akan cukup untuk memenuhi permintaan domestik dan global,” jelas Toto dalam keterangan resmi dikutip Kamis (17/10/2024).
General Manager of International Business Manufacturing Operations of CATL, Gordon An menyebutkan bahwa proyek pabrik baterai merupakan komponen kunci dalam membangun rantai dan ekosistem industri kendaraan listrik dan baterai listrik di Indonesia.
“Kami bersedia untuk secara aktif memanfaatkan kelebihan kami dalam inovasi teknologi dan manufaktur, dan berharap dapat bekerjasama dengan mitra kami di Indonesia untuk mendukung pengembangan upaya elektrifikasi di Indonesia,” sebutnya.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa pihaknya melihat peran IBC dan pemegang saham yang lain. IBC dapat menjadi pemain utama yang mampu mengundang investor dan mitra untuk masuk pada market/industri baterai, yang lebih terdepan daripada global player lain pada industri baterai.
“Kita juga harus cepat, agile dan adaptif dalam mengeksekusi proyek ini. Kita harus mengamati perubahan teknologi yang muncul di bidang kendaraan listrik sehingga kita dapat menjadi lebih kompetitif. Harapannya, pada tahun 2027 kita sudah bisa melihat hasil JV yang pada hari ini ditandatangani yaitu battery cell,” sebutnya.
Dengan mempertimbangkan potensi cadangan nikel Indonesia, Project Dragon diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global baterai kendaraan listrik. Selain itu, proyek ini diharapkan pula mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia seperti menciptakan lapangan kerja, menarik investasi asing dan meningkatkan kapasitas industri energi terbarukan di Indonesia.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #antam #antm #ibc #berita-ekonomi-terkini