Cerita Bos Smesco Alami Defisit 5 Tahun Beruntun akibat Proyek LRT dan Covid-19

Cerita Bos Smesco Alami Defisit 5 Tahun Beruntun akibat Proyek LRT dan Covid-19

Smesco Indonesia alami defisit lima tahun berturut-turut akibat proyek LRT dan Covid-19 dari 2018 hingga 2022. Halaman all

(Kompas.com) 17/10/24 21:23 16617071

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia mengalami defisit selama lima tahun berturut-turut, dari tahun 2018 hingga 2022.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), kinerja keuangan Smesco diukur melalui capaian target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) setiap tahunnya.

Direktur Utama Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada, menjelaskan bahwa realisasi PNBP Smesco sebenarnya melampaui target pada tahun 2016 dan 2017.

“Sedangkan pada tahun 2018-2019, target PNBP tidak tercapai dikarenakan menurunnya tingkat okupansi gedung Smesco akibat adanya proyek pembangunan infrastruktur di area sekitar Smesco, yakni pembangunan flyover Mampang-Kuningan dan LRT Jabodebek,” ungkap Wientor dalam keterangan pers dari kantor Kemenkop-UKM, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2024).

Wientor menambahkan bahwa tahun 2020 hingga 2024 merupakan periode yang penuh dinamika dan tantangan bagi banyak pihak, termasuk Smesco.

Ia menyebutkan bahwa kinerja keuangan Smesco mengalami penurunan tajam selama masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020 dan 2021.

“Pendapatan yang selama ini bersumber dari penyewaan aset seperti ruang kantor dan ruang pertemuan terhenti akibat adanya kebijakan PSBB,” tuturnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Smesco melakukan perubahan strategi penjualan yang masif.

Pada tahun 2022, Wientor menyatakan bahwa pendapatan PNBP dari Smesco kembali menunjukkan kenaikan.

Pada tahun 2023, kinerja keuangan Smesco berhasil mencatat surplus dan tren positif, yang terus terjaga hingga tahun 2024.

“Terbukti konsistensi dan fokus Smesco menjalankan program atau kegiatan membuahkan hasil yang positif. Hal ini ditunjukkan dari data kinerja layanan Smesco yang mengalami kenaikan dari tahun 2015 sampai dengan 2024,” kata Wientor.

Wientor juga mencatat bahwa jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlayani terus meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2022, terdapat kenaikan tiga kali lipat menjadi 18.973 UMKM terlayani, dan angka ini terus meningkat secara signifikan pada tahun 2023, mencapai 55.721 UMKM.

Saat ini, Smesco memiliki 102.435 UMKM yang telah terdaftar di seluruh Indonesia.

#smesco-indonesia #lrt-jabodebek #defisit-keuangan #umkm-terlayani

https://money.kompas.com/read/2024/10/17/212300526/cerita-bos-smesco-alami-defisit-5-tahun-beruntun-akibat-proyek-lrt-dan-covid