Strategi InJourney Airports Kelola 16.000 Karyawan Pasca-merger AP I dan AP II

Strategi InJourney Airports Kelola 16.000 Karyawan Pasca-merger AP I dan AP II

Bagaimana strategi InJourney Airports mengelola belasan ribu karyawan? Apa tantangannya? Halaman all

(Kompas.com) 17/10/24 21:14 16617073

SEOUL, KOMPAS.com - Operator bandara PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II resmi bergabung menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (API) atau InJourney Airports pada September 2024 lalu.

Dengan merger tersebut, InJourney Airports kini mengelola 37 bandara. Serta, mengelola 16.000 karyawan dari kedua perusahaan asal.

Bagaimana strategi InJourney Airports mengelola belasan ribu karyawan? Apa tantangannya?

Berikut paparan dari Direktur Human Capital InJourney Airports Achmad Syahir dalam sebuah wawancara khusus di Seoul, Korea Selatan pada 16 Oktober 2024.

Syahrir bilang, efek penggabungan AP I dan II sangat besar bagi InJourney Airports. Sebab, perusahaan kini jadi pengelola bandara dengan jumlah bandara terbesar di dunia.

Di sisi lain, syarat merger AP I dan II adalah tak ada PHK. Sehingga, InJourney Airports tetap mengelola 8.000 karyawan organik dan sekitar 8.000 karyawan kontrak.

Soal karyawan, Syahrir terutama akan membenahi dari sisi mindset. Kemudian dari sisi skill, baik skill teknis maupun skill terkait pemanfaatan pengembangan teknologi. Lalu pembenahan attitude.

"Ekspektasi pelanggan itu kan selalu one step up dari dari yang kita provide. Makanya attitude itu memang melayani dengan hati. Kalau enggak, orang itu akan bekerja bukan karena panggilan hati, tapi lebih kepada ya direction (arahan). Nah, kan enggak bisa kayak gitu lagi. Sifat pekerjaannya kan harus prediktif proaktif," kata Syahrir.

"Nah karena kita punya kompetensi baru seperti ini, kita akan assesment semua karyawan. Kemudian, penempatan karyawan akan dilakukan berdasarkan hasil assesment tersebut," lanjutnya.

Hasil penempatan, pertama di kantor pusat. Ini untuk para thinker karena butuh keputusan cepat. Kemudian, kedua, ada divisi, untuk memastikan standarisasi dari apa yang ditetapkan oleh pusat .

Ketiga, kantor cabang, sebagai operasional. Ini akan berisi orang-orang yang yang memang eksekutor di lapangan.

Langkah berikutnya, melakukan standarisasi. Sebab, menurut Syahrir, sebelumnya AP I dan II memiliki standar operasional yang berbeda.

Selanjutnya, pengembangan kompetensi berdasarkan hasil assessment.

"Pengembangan kompetensi yang akan kita lakukan adalah berdasarkan kebutuhan individu, jadi akan berbeda antara karyawan satu dengan yang lainnya. Kalau pengembangannya sama itu enggak tepat sasaran, enggak tepat guna, enggak tepat anggaran," lanjut Syahrir.

"Jadi kita kotakkan dulu kompetensi tiap orang itu seperti apa. Kemudian itu dikelompokkan, baru diberikan pengembangan."

Soal anggaran pengembangan sumber daya manusia, Syahrir sebut pihaknya tidak main-main. Sebab SDM masuk dalam 3 pilar InJourney yakni premise, process, dan people (SDM).

Sehingga, InJourney pada tahun depan menganggarkan dana pengembangan SDM hingga 5 kali lipat dari tahun ini. "Tapi angkanya tidak bisa kami sebut," ujar Syahrir.

Kerja sama pengembangan SDM dengan Bandara Incheon

Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dan Incheon International Airport Corporation (IIAC) meneken kerja sama di sejumlah bidang pada 15 Oktober 2024 di Incheon. Salah satu kerja sama yang dilakukan adalah pengembangan SDM.

Nantinya, InJourney Airports akan mengirim 37 GM bandara untuk pelatihan semacam magang intern di Bandara Incheon selama 3-6 bulan, secara bertahap. Sehingga kerja samanya tidak sebatas sharing pengetahuan tapi juga berbagi experience.

"Pihak Incheon juga takjub melihat kita bisa kelola 37 bandara. Sementara mereka hanya 1, kompleksitasnya beda, oleh sebab itu mereka juga ingin berbagi pengalaman," ujar Syahrir.

Mengutip dokumen keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), proses merger kedua operator bandara pelat merah itu akan rampung sepenuhnya pada 1 Maret 2025. Pada tahun ini, proses merger akan melalui sejumlah tahapan. Dimulai dengan pengubahan nama PT Angkasa Pura Indonesia menjadi PT Angkasa Pura Nusantara atau nama lain sesuai persetujuan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

Adapun merger AP I dan AP II ini berlaku efektif per 1 September 2024 seiring dengan penetapan posisi keuangan pembukaan (opening account) perseroan. Opening account dilakukan setelah dilakukan laporan posisi keuangan penutupan (closing account) masing-masing perusahaan pada 31 Agustus 2024.

Tahapan terakhir, akan dilakukan penyesuaian sertifikat bandara atas nama AP I menjadi PT Angkasa Pura Indonesia yang sebelumnya bernama AP II. Proses ini akan berlangsung selama 1 September 2024 sampai 1 Maret 2025.

#pengembangan-sdm #seoul #injourney-airports

https://money.kompas.com/read/2024/10/17/211451626/strategi-injourney-airports-kelola-16000-karyawan-pasca-merger-ap-i-dan-ap-ii