Optimalisasi Gas Bumi Bakal Untungkan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Alasannya Halaman all
Rencana pemerintah memperluas jaringan gas bumi dinilai akan menguntungkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 17/10/24 19:33 16622290
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah memperluas jaringan gas bumi dinilai akan menguntungkan pemerintahan Prabowo-Gibran. Penggunaan gas yang lebih besar akan membantu memangkas impor energi yang selama ini membebani APBN.
Pakar kebijakan energi Iwa Garniwa menjelaskan bahwa gas bumi adalah solusi terhadap masalah impor migas yang masih tinggi.
Indonesia memiliki potensi cadangan gas bumi yang besar, sehingga sangat penting untuk memaksimalkan pemanfaatannya.
DOK. PGN. Ilustrasi kapal yang mendistribusikan gas bumi."Pemerintah dan BUMN seperti Pertamina harus berperan aktif dalam peningkatan infrastruktur dan jaringan gas bumi. Jika blok-blok migas seperti Masela selesai, gas dan kondensat dari blok ini dapat memenuhi kebutuhan industri," ujar Iwa dalam keterangannya, Kamis (17/10/2024).
Selain sektor industri, pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga juga menjadi prioritas penting. Hal ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan impor LPG yang selama ini membebani subsidi pemerintah.
"Pemanfaatan gas bumi akan mengurangi impor LPG, yang masih mendominasi kebutuhan bahan bakar rumah tangga," tambah Iwa.
Ia menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang pro terhadap penggunaan gas alam untuk menghindari oversupply gas.
Iwa juga menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur gas bumi akan membuka peluang penggunaan gas di sektor transportasi. Menurutnya, mengonversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi (BBG) adalah langkah strategis untuk mengurangi impor BBM.
"Jika kita bisa mengonversi 250 ribu barel per hari dari BBM ke gas, maka kita bisa mengatasi persoalan energi," katanya.