Melihat

Melihat "Penampakan" Aplikasi Temu di Vietnam dan Brunei Darussalam

Pemerintah Indonesia menolak aplikasi Temu, namun aplikasi tersebut sudah merambah ke Vietnam dan Brunei Darusaalam.

(Bisnis.Com) 18/10/24 00:45 16631948

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menolak aplikasi Temu, namun aplikasi tersebut sudah merambah ke Vietnam dan Brunei Darusaalam.

Sebagaimana diketahui, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki meminta pemerintah Prabowo Subianto untuk waspada terhadap kehadiran platform e-commerce Temu di Tanah Air.

Platform asal China itu disebut dapat mengancam industri dalam negeri, lantaran harga produk yang sangat murah, yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sejumlah industri.

“Sebaiknya pemerintah hati-hati lah memberi izin kepada Temu,” kata Teten.

Sebelumnya, Menkominfo RI Budi Arie Setiadi juga telah melarang aplikasi Temu beroperasi di Indonesia untuk melindungi usaha mikro, kecil, dan menengah setempat agar tidak terganggu

Namun setelah ditolak di Indonesia, aplikasi Temu dilaporkan memasuki Vietnam dan Brunei Darussalam.

Melihat aplikasi Temu di Vietnam dan Brunei

Dilansir dari Vnexpress, masuknya aplikasi Temu ke Vietnam dinilai tergesa-gesa. Sebab saat masuk ke negara tersebut, aplikasi Temu hanya tersedia dalam bahasa Inggris.

Di Vietnam, aplikasi ini juga hanya menerima pembayaran melalui kartu kredit dan Google Pay, dan tidak menerima dompet digital lokal.

Platform tersebut mengatakan pengiriman ke Vietnam memakan waktu empat hingga tujuh hari, jauh lebih cepat daripada lima hingga 20 hari untuk Malaysia atau Filipina, menurut firma riset Momentum Works yang berbasis di Singapura.

Sementara itu, situs Temu di Brunei tersedia dalam bahasa Inggris dan bahasa Melayu resmi negara tersebut.

Mengapa Temu bisa mengancam UMKM di Indonesia?

Harga barang di Temu bisa sangat murah karena model bisnisnya yang berbeda.

Situs ini mempekerjakan vendor yang mengirim langsung dari Tiongkok ke pelanggan di seluruh dunia, sehingga menghilangkan distributor yang biasanya mengambil untung.

Bukan rahasia lagi jika China terkenal dengan biaya produksinya yang rendah dibandingkan dengan banyak negara lainnya.

Dengan membeli langsung dari vendor China, pelanggan bisa memperoleh harga yang jauh lebih rendah daripada biasanya.

Model bisnis Temu berhasil karena menarik banyak pelanggan dengan harga yang rendah.

Ini berarti bahwa meskipun margin keuntungannya lebih kecil daripada pengecer domestik, angka penjualannya cukup tinggi untuk tetap menghasilkan uang.

Secara garis besar, Temu memiliki konsep menjual barang langsung dari pabrik ke konsumen tanpa adanya seller, reseller, dropshipper maupun afiliator sehingga tidak ada komisi berjenjang.

#viral #temu #aplikasi-temu #startup

https://teknologi.bisnis.com/read/20241018/266/1808507/melihat-penampakan-aplikasi-temu-di-vietnam-dan-brunei-darussalam