Orang Tua Harus Temani Anak Remaja Bermain TikTok

Orang Tua Harus Temani Anak Remaja Bermain TikTok

Orang tua harus menemani anak remaja bermain TikTok. Ini demi mendukung kreativitas sekaligus memastikan keamanan mereka di dunia digital. - Halaman all

(InvestorID) 18/10/24 11:25 16651293

JAKARTA, investor.id  – Orang tua harus menemani anak remaja bermain TikTok. Ini demi mendukung kreativitas sekaligus memastikan keamanan mereka di dunia digital.

 “Usia remaja memerlukan pendampingan dalam menghadapi tantangan di platform digital, termasuk ketika bermain TikTok. Karena itu, para orang tua dan wali harus diedukasi tentang peran penting mereka ketika mendampingi perjalanan digital anak remaja supaya aman,” kata pendiri SEJIWA Foundation, Diena Haryana.

Diena menyebut, SEJIWA Foundation telah menjadi mitra TikTok dalam berbagai kampanye keamanan dan kesejahteraan pengguna di TikTok sejak tahun 2021. Kali ini, Yayasan ini digandeng TikTOK dalam  Program School Roadshow: Seru Berkreasi dan #SalingJaga di TikTok.

“Program ini untuk meningkatkan pemahaman  keamanan digital, serta memberdayakan para remaja serta orang tua dan wali untuk bersama-sama menciptakan perjalanan digital yang aman dan nyaman bagi remaja,” ungkap Communications Director, TikTok Indonesia, Anggini Setiawan.

Program ini merupakan inisiatif yang bertujuan untuk mendukung kreativitas remaja sekaligus memastikan keamanan mereka di dunia digital melalui roadshow edukasi di enam sekolah menengah atas di wilayah Jabodetabek untuk para siswa remaja dan orang tua serta wali. Program digelar selama bulan Oktober dan November 2024.

Rentan kejahatan

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi saat ini, yaitu kelompok remaja merupakan pengguna internet terbesar kedua di Indonesia dan mayoritas menggunakannya untuk media sosial. Dengan semakin aktif di dunia digital, remaja juga rentan terhadap kejahatan dan risiko keamanan digital lainnya.

Di sisi lain, berdasarkan hasil riset dari SEJIWA Foundation dan Western Sydney University terhadap remaja usia 13-18 tahun di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, para remaja ingin mendapatkan bimbingan agar mereka bisa merasa aman di ruang digital.

"Menciptakan lingkungan digital yang aman bagi remaja untuk berkreasi membutuhkan upaya kolektif, baik dari orang tua atau wali, sekolah, dan platform. Di TikTok, kami berkomitmen untuk menyediakan wadah yang aman dan nyaman bagi pengguna untuk berkreasi, termasuk untuk remaja. Dan hal tersebut kami tuangkan dalam bentuk kebijakan, ragam fitur dan alat keamanan bagi orang tua dan remaja, serta program edukasi yang menggandeng mitra eksternal,” papar Anggini.

Program school roadshow "Seru Berkreasi dan #SalingJaga di TikTok" akan mengunjungi enam sekolah yang beragam di wilayah Jabodetabek, antara lain SMAN 53 Jakarta, SMAN 73 Jakarta, SMA Regina Pacis Jakarta, SMA Labschool Cibubur, SMA Rimba Madya Bogor, dan SMKN 3 Bogor. Di setiap sekolah, TikTok dan SEJIWA Foundation akan mengadakan sesi paralel untuk remaja dan orang tua.

Untuk para siswa remaja, TikTok akan mengajak para kreator yang memiliki dampak positif dan bisa menjadi inspirasi generasi muda, seperti Lianna Nathania, Ghina Eroz, Rival Amir, dan Tiranissya. Mereka akan berbagi cerita tentang perjalanan kreatif di TikTok, sekaligus mengajak para siswa untuk lebih sadar terhadap pentingnya keamanan digital dan kesejahteraan digital, termasuk bagaimana mengelola interaksi online dan melindungi privasi akun mereka di TikTok.

Untuk para orang tua dan wali sebagai pendamping utama para remaja, TikTok bersama SEJIWA Foundation akan memberikan panduan tentang pentingnya peran orang tua dalam mendampingi perjalanan digital kreatif anak remajanya, cara memanfaatkan fitur Pelibatan Keluarga, serta mendengarkan tips dari kreator parenting Halimah dan kreator yang juga seorang musisi dan penulis Reda Gaudiamo. Keduanya juga akan membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu.

Pentingnya peran orang tua dalam perjalanan digital anak remajanya ditegaskan oleh Halimah, kreator di TikTok yang kerap membagikan tips parenting. "Usia remaja adalah masa yang penuh eksplorasi. Mereka sudah bisa berpikir kritis, tapi belum tentu paham konsekuensinya, dan tidak mau dikekang. Untuk itu, orang tua perlu menerapkan kebebasan dalam batasan, sehingga anak remaja kita mau terbuka dan berkomunikasi dengan sehat," ujar Halimah.

Lianna Nathania, seorang kreator muda di TikTok, turut membenarkan hal ini. "Generasi muda, khususnya di usia remaja, masih butuh bimbingan dan pendampingan, sehingga nantinya mereka bisa melindungi dirinya di dunia digital," ungkapnya.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #tiktok #digital #keamanan-digital #remaja #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/lifestyle/377109/orang-tua-harus-temani-anak-remaja-bermain-tiktok