Asosiasi Maskapai: Bisnis Penerbangan seperti Sudah Jatuh Tertimpa Tangga...

Asosiasi Maskapai: Bisnis Penerbangan seperti Sudah Jatuh Tertimpa Tangga...

Ketua INACA, Denon Prawiraatmadja, ungkap tantangan berat industri penerbangan pasca-Covid-19 dan perlunya kolaborasi untuk bertahan. Halaman all

(Kompas.com) 18/10/24 16:35 16658261

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Denon Prawiraatmadja menyatakan, kondisi bisnis industri penerbangan saat ini masih dalam keadaan kritis.

Hal ini disebabkan oleh pemulihan yang belum optimal pasca-Covid-19, yang kini ditambah dengan dampak krisis geopolitik global yang menyebabkan kenaikan harga avtur.

“Bisnis penerbangan seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Karena belum selesai 100 persen pemulihan akibat terdampak pandemi Covid-19 dari tahun 2020-2022, dan sekarang terdampak krisis geopolitik global,” ujarnya dalam siaran pers pada Jumat (17/10/2024).

Denon menjelaskan bahwa maskapai nasional telah berupaya meningkatkan produksi untuk menambah pendapatan.

Namun, mereka menghadapi kendala biaya yang sangat tinggi serta melemahnya daya beli masyarakat, sehingga hasil yang diperoleh tidak memuaskan.

“Berbagai problem yang menghantam industri penerbangan menyadarkan kita bahwa jika ingin survive, kita harus melakukan kerjasama, kolaborasi antar semua stakeholder. This is collaboration era, not competition era! Tantangannya terlalu besar untuk kita hadapi sendiri-sendiri,” lanjut Denon.

Denon juga memaparkan permasalahan yang dihadapi industri penerbangan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Di dalam negeri, masalah utama terletak pada tingginya biaya operasional penerbangan serta adanya pungutan seperti bea masuk dan pajak yang membebani maskapai dan penumpang.

Di luar negeri, situasi geopolitik global yang tidak stabil mempengaruhi banyak aspek terkait penerbangan, seperti tingginya harga bahan bakar avtur, fluktuasi nilai tukar mata uang, kesulitan dalam pengadaan pesawat dan suku cadang, serta gangguan pada rute penerbangan.

Untuk menghadapi tantangan ini, Denon menekankan perlunya kolaborasi yang lebih baik antara semua pemangku kepentingan di sektor penerbangan.

Hal ini mencakup kerjasama antara maskapai, otoritas penerbangan, pengelola bandara, penyuplai avtur, jasa ground handling, MRO, akademisi, media massa, hingga penumpang.

Sebagai asosiasi maskapai penerbangan nasional, INACA telah melakukan pendekatan kepada berbagai stakeholder dan berupaya menjadi mitra diskusi yang serius dalam pengembangan industri penerbangan nasional.

Beberapa langkah yang telah diambil oleh INACA antara lain menginisiasi penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.

3 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, serta kebijakan Bank Indonesia terkait penundaan kewajiban penggunaan Rupiah untuk transaksi jasa sewa angkutan udara dengan kuotasi valuta asing.

INACA juga telah melakukan kajian dan mengirim surat kepada Menteri Perhubungan untuk meminta pemberlakuan bea masuk 0 persen untuk suku cadang pesawat. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban maskapai dan mendukung pemulihan industri penerbangan di Indonesia.

#denon-prawiraatmadja #industri-penerbangan #krisis-geopolitik #kolaborasi-stakeholder

https://money.kompas.com/read/2024/10/18/163500726/asosiasi-maskapai--bisnis-penerbangan-seperti-sudah-jatuh-tertimpa-tangga-