Beri Pengarahan untuk Papua, Wapres Minta Maaf atas Kekurangan Pemerintah Pusat

Beri Pengarahan untuk Papua, Wapres Minta Maaf atas Kekurangan Pemerintah Pusat

Wapres Ma’ruf Amin meminta maaf kepada Papua atas kekurangan pemerintah pusat dan menyampaikan harapan untuk masa depan Papua. Halaman all

(Kompas.com) 18/10/24 19:30 16662597

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pejabat di Papua atas segala kekurangan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Permohonan maaf ini disampaikan Ma’ruf saat memberikan arahan mengenai percepatan pembangunan dan otonomi khusus kepada pejabat bupati, wali kota, dan gubernur di seluruh Provinsi Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf meminta maaf karena agenda pengarahan yang seharusnya dimulai pukul 14.00, terpaksa mundur hingga hampir pukul 15.00.

Penundaan ini disebabkan oleh acara makan siang bersama Presiden RI di Istana Negara.

“Sebelumnya saya minta maaf karena (waktu pengarahan) agak mundur, karena tadi ada acara makan bersama presiden, wakil presiden, para menteri termasuk presiden terpilih untuk pertemuan terakhir kalinya,” ungkap Ma’ruf Amin di Aula Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2024).

Ma’ruf juga menyinggung, masa jabatan pemerintahan saat ini akan berakhir pada 20 Oktober 2024.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan yang mungkin terjadi dalam upaya pemerintah pusat mempercepat pembangunan di Papua.

“Karena usia (pemerintahan) kami, umur kami tinggal dua hari lagi, sesudah itu akan berganti presiden baru, wakil presiden baru yang akan dilantik pada hari Minggu yang akan datang,” kata Ma’ruf.

“Karena itu, di akhir kesempatan ini sekaligus saya senang bertemu Bapak dan Ibu sekalian dan saya memohon maaf atas kekurangan yang kami (pemerintah pusat) lakukan,” ucapnya.

Di hadapan para pejabat Papua, Ma’ruf mengungkapkan rasa penyesalannya karena harus berhenti membantu Papua.

“Terus terang saya menyesal karena saya harus berhenti tidak lagi ikut membantu Papua ke depan, karena saya merasa, bagi saya, Papua adalah sesuatu yang saya cintai,” ucapnya.

Ma’ruf menambahkan, ia sangat mencintai Papua dan segala anugerah yang diberikan Tuhan di Bumi Cendrawasih.

Ia juga merasa menyesal tidak dapat langsung mengunjungi Papua di akhir masa jabatannya sebagai Wakil Presiden.

“Buat saya, tanah Papua tanah yang menarik dan berkesan, oleh karena itu, saya menyesal sekali terakhir kali (jadi Wapres) saya tidak bisa bertemu Bapak-Bapak di tanah Papua, sambil bakar batu,” kata Ma’ruf disambut tawa hadirin.

Dia berharap agar dirinya masih diterima dengan baik jika suatu saat dapat kembali ke Papua.

“Saya mohon, walaupun saya tidak menjadi wakil presiden lagi, kalau nanti saya ke Papua saya diterima oleh Bapak, Ibu sekalian,” ucapnya, yang disambut tepuk tangan para pejabat Provinsi Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga mendoakan agar Papua dapat lebih maju dan rakyatnya sejahtera.

“Saya akan terus mendoakan supaya Papua terus maju, Papua terus aman dan damai, Papua sejahtera, Papua cerdas, Papua sehat, Papua produktif,” kata Wapres.

“Papua menjadi daerah bukan saja sama dengan daerah lain, saya berharap Papua akan lebih baik dari provinsi-provinsi lain,” imbuhnya.

#permohonan-maaf #percepatan-pembangunan #ma-ruf-amin #papua

https://nasional.kompas.com/read/2024/10/18/19305921/beri-pengarahan-untuk-papua-wapres-minta-maaf-atas-kekurangan-pemerintah