BPDLH Perkuat Kolaborasi Pembiayaan Inovatif untuk Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan
Rangkaian acara Synergy for Sustainability bertujuan untuk memperkenalkan berbagai inisiatif yang dilakukan BPDLH dalam upaya restorasi - Halaman all
(InvestorID) 19/10/24 23:24 16714438
JAKARTA, investor.id — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim melalui rangkaian acara bertajuk "Synergy for Sustainability”. Rangkaian acara yang diselenggarakan di Jakarta ini, menandai serangkaian inisiatif penting meliputi Partnership Gathering Fasilitas Dana Bergulir (FDB), Penandatanganan Kerjasama Pelaksanaan Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 antara BPDLH dengan Lembaga Perantara, Induksi Lembaga Perantara, serta Diskusi Publik dengan topik “Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan: Dari Mandat Menuju Lingkungan Hebat”.
Rangkaian acara "Synergy for Sustainability” bertujuan untuk memperkenalkan berbagai inisiatif yang dilakukan BPDLH dalam upaya restorasi lingkungan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan di Indonesia. Berbagai pemangku kepentingan termasuk instansi pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan organisasi yang bergerak di bidang lingkungan serta masyarakat umum turut menghadiri rangkaian acara ini.
Pada pembukaan rangkaian acara ini, Direktur Utama BPDLH kembali menerangkan peran BPDLH dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. BPDLH mendukung berbagai komitmen Pemerintah Indonesia di bidang lingkungan dengan menjalankan mandat pengelolaan dana lingkungan hidup. Setelah diluncurkan secara resmi pada 9 Oktober 2019, BPDLH terus berupaya memberikan layanan terbaik melalui berbagai skema pembiayaan inovatif.
“Kami terus membangun kesadaran publik mengenai hadirnya BPDLH sebagai inovasi mekanisme pendanaan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Ke depannya, BPDLH akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai mitra kerja, sehingga komitmen-komitmen Pemerintah Indonesia dalam melestarikan lingkungan hidup dapat tercapai” imbuhnya.
Komitmen BPDLH untuk bersinergi dalam upaya pelestarian lingkungan diwujudkan melalui rangkaian acara ini, khususnya komitmen dalam penyaluran dana lingkungan. Salah satu bentuk kolaborasi diwujudkan melalui Penandatanganan Kerja Sama untuk penyaluran dana Proyek Result Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 yang yang diampu bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penandatangan dilakukan antara BPDLH dengan lima Lembaga Perantara yaitu Yayasan Penabulu, Kemitraan, KKI WARSI, Yayasan Petai dan Yayasan Sulawesi Cipta Forum yang mewakili Penerima Manfaat dari delapan provinsi. Diantaranya adalah Provinsi Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Proyek ini merupakan bagian dari program penurunan emisi gas rumah kaca yang dilakukan Indonesia, dimana BPDLH mengelola dana hasil pembayaran sebesar USD 103,8 juta dari GCF atas keberhasilan Indonesia menurunkan emisi sebesar 20,25 juta ton CO2eq pada periode 2014-2016. Hal ini merupakan capaian besar yang memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional sebagai negara yang serius dalam mengelola hutan. Alokasi sebesar USD 56,25 juta akan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi melalui Lembaga Perantara. Proyek ini diharapkan tidak hanya membantu dalam pengelolaan dan rehabilitasi hutan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan, terutama pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Sektoral dan Regional yang mewakili Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Wahyu Marjaka, dalam pidatonya menyampaikan “kami mengharapkan pengelolaan Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 dapat memberikan dampak signifikan dalam pengendalian perubahan iklim dan menjangkau stakeholders yang lebih luas, sehingga makin memperkuat peranan sektor kehutanan untuk mencapai target Nationally Determined Contibution”.
Sinergi pada salah satu layanan utama yang dikelola oleh BPDLH, Fasilitas Dana Bergulir, juga diwujudkan pada rangkaian acara ini. Fasilitas Dana Bergulir (FDB) berfokus pada pembiayaan usaha kehutanan dan investasi lingkungan. FDB secara khusus memberikan kredit kepada kelompok usaha masyarakat dan UMKM yang tergabung dalam kelompok perhutanan sosial maupun hutan rakyat. Dalam upaya mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, BPDLH didukung oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung KLHK dan Bank Negara Indonesia memberikan bantuan sebanyak 7000 bibit tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) kepada lembaga keuangan yang telah menjadi mitra penyalur BPDLH. Penyerahan bibit ini dilaksanakan pada Partnership Gathering yang merupakan bagian dari acara "Synergy for Sustainability”. Melalui pelaksanaan Partnership Gathering, komitmen BPDLH untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan bank dan non-bank untuk mempercepat upaya rehabilitasi hutan dan lahan melalui pembiayaan bergulir.
Direktur Sistem Manajemen Investasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Saiful Islam, menjelaskan pentingnya rangkaian inisiatif ini sebagai komitmen pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan, “Inisiatif-inisiatif ini bukan hanya merupakan simbol komitmen kita terhadap lingkungan, tetapi juga langkah nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, sektor swasta, komunitas lokal dan komunitas internasional untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau”, pungkas beliau.
Puncaknya, BPDLH juga memfasilitasi diskusi publik mengenai Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan, yang merupakan bagian dari Proyek FOLU Net Sink 2030. Proyek ini didukung oleh pendanaan Result-Based Contribution (RBC) dari Pemerintah Norwegia dan bertujuan untuk memberikan akses pendanaan kepada masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan telah mendorong inisiatif-inisiatif lingkungan yang berdampak nyata di berbagai daerah di Indonesia. Melalui diskusi publik yang yang mengangkat topik “Layanan Dana Masyarakat: Dari Mandat Menuju Lingkungan Hebat”, BPDLH berharap mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat tentang bagaimana mereka dapat mengakses layanan ini, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi sebesar 140 juta ton CO2e pada tahun 2030.
BPDLH percaya bahwa sinergi antara seluruh elemen pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, akan memperkuat langkah-langkah dalam mencapai pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Melalui kerja sama yang erat, Indonesia dapat memenuhi target ambisius dalam pengelolaan lingkungan hidup dengan lebih baik. Upaya kolaboratif ini tidak hanya akan memberikan dampak terhadap kualitas lingkungan hidup, tapi juga ketahanan masyarakat untuk jangka panjang dan berkelanjutan.
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #lingkungan-hidup #kemitraan #bpdlh #berita-ekonomi-terkini