Commuter Line Permudah Akses Masyarakat Ke Destinasi Menarik Jakarta
Jelajahi spot rekreasi seru di Jakarta dengan Commuter Line pada akhir pekan. Panduan lengkap wisata murah dan mudah di ibu kota tanpa macet. Halaman all
(Kompas.com) 19/10/24 20:35 16716096
KOMPAS.com - Jakarta, kota metropolitan yang tak pernah tidur, menyimpan beragam spot rekreasi menarik. Di antaranya, yang tersebar dari Senayan, Sudirman, hingga Monas.
Kehadiran Commuter Line sebagai moda transportasi murah meriah membuka peluang bagi warga dan wisatawan untuk menjelajahi Jakarta tanpa perlu khawatir terjebak kemacetan. Utamanya, saat akhir pekan tiba.
Dari taman kota yang asri, pusat perbelanjaan modern, hingga situs bersejarah, Jakarta menawarkan pengalaman urban yang unik.
Sementara, Commuter Line dengan jaringannya yang luas memungkinkan akses mudah ke berbagai titik menarik ini, menciptakan peluang untuk menikmati sisi lain Jakarta yang mungkin sering terlewatkan saat berkendara.
Kawasan Senayan, pusat olahraga dan hiburan modern
Gelora Bung Karno (GBK) menjadi landmark utama kawasan ini. Kompleks olahraga ini menawarkan area hijau luas yang ideal untuk jogging, bersepeda, atau sekadar bersantai. Pada akhir pekan, area ini sering menjadi lokasi bazar dan acara outdoor yang meriah.
Ingin menjajal hiburan modern, bertandanglah ke FX Sudirman. Ini merupakan salah satu mal modern di area ini yang terkenal dengan wahana flying fox indoor yang memacu adrenalin.
Pengunjung juga bisa menikmati berbagai pilihan kuliner, menonton film, atau berbelanja di gerai-gerai fesyennya.
Kawasan Sudirman, distrik bisnis sekaligus rekreasi
Taman Dukuh Atas menjadi oase hijau di tengah distrik bisnis ini, ideal untuk piknik atau berfoto. Di dekatnya, Dukuh Atas Skatepark menawarkan tantangan bagi para penggemar olahraga ekstrem.
Ingin pengalaman unik, coba kunjungi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Karet. Selain berfungsi sebagai jalur penyeberangan, JPO ini menjadi spot favorit untuk menikmati panorama gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya.
Anda bisa berhenti sejenak di tengah jembatan untuk mengabadikan momen dengan latar belakang siluet gedung-gedung megah, terutama saat senja atau malam hari ketika lampu-lampu gedung mulai menyala.
Posisinya JPO strategis memungkinkan sudut pandang 360 derajat terhadap keindahan urban Jakarta, menjadikannya tempat yang populer bagi fotografer amatir ataupun profesional untuk mengambil gambar cityscape menakjubkan.
Keunikan lain di kawasan Sudirman adalah Terowongan Kendal yang dulunya hanya sekadar jalur penyeberangan bawah tanah, kini telah bertransformasi menjadi galeri street art terbuka yang bisa diakses secara gratis.
Anda bisa berhenti sejenak untuk mengagumi karya seni atau mengambil foto dengan latar belakang mural-mural yang eye-catching.
Opsi rekreasi lainnya di kawasan Sudirman adalah Sarina yang merupakan mal tertua di Jakarta yang kini tampil dengan wajah baru. Meski begitu, nuansa nostalgiknya tetap terasa.
Di Sarinah, Anda bisa menjelajahi beragam produk, mulai dari kerajinan tradisional Indonesia hingga brand internasional ternama. Jika Anda penggemar batik atau sedang mencari oleh-oleh khas Jakarta, Sarinah menawarkan koleksi beragam. Anda bisa menemukan berbagai pilihan, mulai dari makanan ringan tradisional, aksesori etnik, hingga produk kecantikan berbahan alami khas nusantara.
Ada pula Bundaran Hotel Indonesia (HI). Jantung kota Jakarta ini menyimpan pesona tersendiri, terutama saat matahari mulai terbenam. Pada malam hari, Anda akan menyaksikan Bundaran HI berubah menjadi panggung cahaya yang memukau. Lampu-lampu dari gedung-gedung pencakar langit di sekelilingnya menciptakan panorama urban yang menakjubkan.
Kawasan Monas, sejarah dan budaya
Monumen Nasional (Monas) yang berada di jantung Ibu Kota Jakarta, selama ini dikenal sebagai lokasi yang tidak pernah sepi dari aktivitas. Baik pada hari kerja maupun akhir pekan, area ini selalu menjadi tujuan utama warga Jakarta dan sekitarnya untuk berbagai kegiatan rekreasi atau perhelatan acara tertentu.
Popularitas Monas sebagai ikon wisata Jakarta tidak pernah hilang, terutama saat libur panjang dan ketika ada momen-momen tertentu. Contohnya, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta, HUT RI, dan HUT ke-79 TNI pada Sabtu (5/10/2024).
Monas menyimpan banyak hal menarik di dalamnya. Monumen ini punya Museum Sejarah Perjuangan Nasional yang memamerkan 12 diorama perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari zaman kerajaan hingga peristiwa G30S/PKI.
Namun, Monas bukan hanya tentang sejarah. Monumen ini terbagi menjadi tiga bagian utama yang masing-masing menawarkan pengalaman unik.
Di Pelataran Bawah atau Pelataran Cawan, Anda bisa bersantai di Taman Monas yang asri. Rerumputan hijau yang tertata rapi dan pepohonan rindang di taman ini menciptakan suasana sejuk di tengah hiruk pikuk kota.
Jika Anda ingin melihat Jakarta dari sudut pandang berbeda, naiklah ke Pelataran Puncak. Di sini, sejumlah teropong disediakan untuk menikmati panorama kota, bahkan hingga ke Gunung Salak atau Kepulauan Seribu jika cuaca cerah.
PT. KCI Bagi Anda yang berencana mengunjungi kawasan Senayan, Sudirman, atau Monas, khusunya pada akhir pekan nanti, Commuter Line menawarkan pilihan transportasi yang efisien dan terjangkau.Bagi Anda yang berencana mengunjungi kawasan Senayan, Sudirman, atau Monas, khusunya pada akhir pekan nanti, Commuter Line menawarkan pilihan transportasi yang efisien dan terjangkau. Dengan jaringan rute yang luas, Anda dapat dengan mudah menjangkau berbagai spot rekreasi di Jakarta.
Commuter Line jadi salah satu moda pilihan yang tepat karena akhir pekan ini. Sebab, Jakarta diproyeksi ramai seiring momentum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029 yang jatuh pada Minggu (20/10/2024). Pada hari itu, sejumlah titik bakal lebih ramai dari biasanya.
Anda yang ingin mengeksplorasi Kota Jakarta pada hari itu, yuk ikuti panduan berikut.
Untuk menjelajahi kawasan Senayan, Anda bisa turun di Stasiun Palmerah. Sementara itu, jika ingin mengeksplorasi spot-spot menarik di kawasan Sudirman, Stasiun Sudirman adalah pilihan yang tepat. Khusus untuk kawasan Monas, Stasiun Juanda merupakan pemberhentian terdekat.
Namun, pada momen-momen tertentu ketika kawasan itu ramai pengunjung, Anda memiliki opsi alternatif. Stasiun Gondangdia yang berjarak sekitar 1,5 km atau Stasiun Sawah Besar dengan jarak sekitar 1,8 km dari Monas bisa menjadi pilihan yang baik untuk menghindari kepadatan.
Penting untuk diingat, pada acara-acara besar seperti HUT ke-79 TNI pada 5 Oktober 2024, beberapa stasiun mungkin mengalami lonjakan penumpang. Oleh karena itu, perencanaan perjalanan yang matang sangat disarankan untuk kenyamanan Anda.
Pastikan keselamatan dan keamanan penumpang
Sebagai operator Commuter Line, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berupaya memastikan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan penumpang.
Untuk itu, KCI menyediakan frekuensi keberangkatan tinggi dan mengantisipasi mobilisasi euforia masyarakat, terutama saat periode padat, agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna.
Untuk rute Bogor-Depok-Manggarai-Jakarta Kota, misalnya, headway atau jeda antar kereta hanya 5 menit, terutama di akhir pekan.
Sementara itu, rute Bekasi-Jatinegara-Manggarai memiliki headway 7-15 menit. Kemudian, rute Tangerang-Duri beroperasi dengan headway 18 menit. Frekuensi tinggi ini memungkinkan penumpang tidak perlu khawatir akan menunggu terlalu lama di stasiun.
Berdasarkan data dari KCI, frekuensi perjalanan KRL pada akhir pekan untuk lintas yang melayani stasiun-stasiun tersebut cukup tinggi. Commuter Line Bogor melayani 332 perjalanan, Commuter Line Bekasi 246 perjalanan, dan Commuter Line Tangerang 110 perjalanan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KCI juga mengambil sejumlah langkah mitigasi. Langkah tersebut di antaranya penambahan petugas pengamanan dan layanan di Stasiun Manggarai, Gondangdia, dan Stasiun Juanda.
KCI juga memberlakukan pola operasi pada hari kerja dengan mengoperasikan 1.048 perjalanan. Langkah mitigasi lainnya meliputi pengaturan dan penyekatan pengguna untuk memasuki peron dan naik Commuter Line.
KCI pun menjalin kolaborasi dengan stakeholder untuk layanan medis guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Agar perjalanan dengan Commuter Line berjalan lancar, pastikan saldo minimal Rp 5.000 tersedia di KMT, kartu bank, atau aplikasi yang digunakan untuk akses masuk. Saldo ini diperlukan, termasuk saat KCI menawarkan tarif khusus, seperti tiket seharga Rp 1.
Dengan tarif khusus yang berlaku untuk perjalanan menggunakan Commuter Line Jabodetabek, KCI mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan yang ada. Dengan begitu, kenyamanan dan keamanan perjalanan bagi semua pengguna Commuter Line dapat terjaga.
#monas #commuter-line #pelantikan #senayan #wisata-jakarta #sudirman #stasiun-krl