GIPI Sebut Pemerintah Baru Perlu Dorong Penerbangan untuk Tambah Kunjungan Wisman

GIPI Sebut Pemerintah Baru Perlu Dorong Penerbangan untuk Tambah Kunjungan Wisman

Salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman adalah menambah penerbangan. Halaman all

(Kompas.com) 19/10/24 20:08 16716097

KOMPAS.com - Menyambut pemerintahan baru presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengatakan bahwa pemerintah baru perlu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Menurut GIPI, salah satu caranya yaitu melalui penambahan jumlah penerbangan internasional ke Indonesia.

"Kita harus bisa mendatangkan banyak wisman ke Indonesia. Ini jadi penting karena secara langsung jadi pemasukan devisa dan pemerataan sektor pariwisata langsung ke masyarakat." kata Ketua Umum GIPI Haryadi Sukamdani kepada Kompas.com , Jumat (18/10/2024).

Ia menjelaskan, bahwa sektor pariwisata berbeda dengan sektor lainnya, karena respons atau hasil yang diterima tidak perlu harus melalui pintu pihak ketiga terlebih dahulu, tetapi bisa langsung sampai ke tangan ke masyarakat.

"Posisi wisatawan mancanegara itu berbelanja di sini, mulai dari pemandu wisata, dari UKM (Usaha Kecil Menengah), semuanya dapat langsung," katanya.

Maka dari itu, tambahnya, untuk mendatangkan lebih banyak wisman ke Indonesia perlu adanya dorongan dari sektor penerbangan.

Perlu dorong penerbangan internasional

Terkait penerbangan internasional untuk mendatangkan lebih banyak wisman ini, kata Haryadi, sempat ada pemahaman berbeda dari sebagian masyarakat.

Di samping bisa mempermudah masuknya wisman ke Indonesia, tambahnya, ada yang berpandangan bahwa kemudahan tersebut juga akan diikuti dengan mudahnya wisatawan asal Indonesia untuk berwisata ke luar negeri.

"Padahal tidak seperti itu, pikirannya tidak tepat, secara empiris tidak ada yang seperti itu. Antara orang keluar (dari Indonesia) dan masuk ke Indonesia , tidak bisa dilihat begitu," ujar Haryadi.

Pasalnya, tambah Haryadi, banyak negara yang mencatat jumlah pergerakan wisatawan nasional lebih sedikit dibanding jumlah kunjungan wisman. Asalkan, negara tersebut menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas.

Contoh dari Thailand

Ia mengambil contoh Thailand, jumlah wisatawan asal Thailand yang berwisata ke luar negeri kurang lebih sekitar 7,5 samai 8 jutaan.

SHUTTERSTOCK/LEKSANDAR TODOROVIC Ilustrasi Thailand - Wat Plai Temple di Koh Samui, Thailand (SHUTTERSTOCK/Aleksandar Todorovic).

"Outbond orang Thailand pergi keluar itu juga kurang lebih hanya sekitar 7,5 sampai 8 jutaan, dan itu juga yang terbesar pergi ke Cambodia," katanya.

Menambahkan dari laman Centre For Aviation, pemerintah Thailand menargetkan jumlah kunjungan wisman pada 2024 sebanyak 35 juta kunjungan.

Sementara pada enam bulan pertama, jumlah wisman yang berkunjung ke Thailand sebanyak 17,5 juta kunjungan.

"Mereka mendapatkan surplus yang sangat luar biasa, salah satu pendukungnya itu promosi dan jumlah penerbangan, itu paling utama," katanya.

#wisman #gipi #turis-asing

https://travel.kompas.com/read/2024/10/19/200800327/gipi-sebut-pemerintah-baru-perlu-dorong-penerbangan-untuk-tambah-kunjungan