Pemerintahan Baru Disarankan Fokus pada Penyerapan Angkatan Kerja

Pemerintahan Baru Disarankan Fokus pada Penyerapan Angkatan Kerja

Pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memiliki pekerjaan rumah dalam bidang ketenagakerjaan. Halaman all

(Kompas.com) 20/10/24 18:03 16747886

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memiliki pekerjaan rumah dalam bidang ketenagakerjaan. Pasalnya, saat ini banyak angkatan kerja yang tidak terserap oleh sektor-sektor formal.

Oleh karena itu tidak heran jika banyak dari angkatan kerja ini memilih bekerja di sektor informal, antara lain buruh harian, pekerja borongan pabrik, atau juga sebagai gig worker seperti ojek online (ojol) atau taksi online.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan, pertumbuhan angkatan kerja baru setiap tahunnya berkisar antara 3 juta hingga 4 juta. Sementara ketersediaan lapangan kerja formal hanya mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja.

SHUTTERSTOCK/ROBERT KNESCHKE Ilustrasi pekerja, tenaga kerja.

“Saat ini ekonomi RI hanya mampu menyerap sekitar 200.000 tenaga sektor formal setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi. Sehingga dengan PDB di kisaran 5 persen maka sektor formal hanya mampu menyerap sekitar 1 juta sampai 1,2 juta tenaga kerja per tahun,” kata Piter dalam keterangannya, Minggu (20/10/2024).

Dampak ketidakseimbangan antara pertumbuhan lapangan kerja formal dengan pertumbuhan angkatan kerja inilah yang membuat banyak angkatan kerja yang memilih pekerjaan informal seperti ojol sebagai penopang biaya hidup.

“Menumpuknya para pekerja informal itu, karena kegagalan pemerintah dalam menyediakan pekerjaan formal,” ujar Piter.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Segara Research Institute bertajuk Potret Beban Kerja Dan Penghasilan Pekerja Informal di Indonesia, pekerjaan informal sebagai pengemudi taksi online dan pengemudi ojol menyerap lulusan S1 tertinggi dibandingkan pekerjaan informal lainnya.

Hasil survei itu menunjukan sebesar 26,53 persen dari responden pengemudi taksi online, dan 17,42 persen dari responden pengemudi ojol adalah lulusan sarjana.

Menurut hasli survei tersebut, banyaknya angkatan kerja yang memilih bekerja sebagai pengemudi taksi online dan ojol dikarenakan keduanya memiliki banyak kelebihan dibandingkan sektor informal lainnya.

Pertama yaitu dari sisi penghasilan yang lebih besar, dimana rata-rata penghasilan per bulan mereka masing-masing Rp 7,23 juta per bulan dan Rp 5,36 juta per bulan.

Sementara pekerjaan informal lainnya, misalkan pengemudi konvensional hanya mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 4,79 juta per bulan.

Lalu yang kedua yaitu dari sisi jaminan keselamatan kerja dan kesehatan kerja. Rata-rata pengemudi taksi online dan ojol mendapatkan bantuan kedua fasilitasi tersebut.

Sementara pekerja informal lainnya menyatakan hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan fasilitas tersebut.

Dan yang terakhir yaitu dari sisi waktu atau jam kerja. Di mana ojol atau taksi online memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel dalam menentukan sendiri jumlah jam kerja mereka.

Oleh karena itu, Piter berharap pemerintah memberikan dukungan kebijakan yang tepat terhadap potret pekerja informal sehingga regulasi yang ada mampu melindungi pekerja informal termasuk di sektor ride hailing.

Ketika hendak menerbitkan regulasi terhadap gig worker, pemerintah perlu memahami kondisi, tingkat kesejahteraan, dan fasilitas yang dibutuhkan para pekerja informal itu.

Selain itu, jangan sampai kebijakan tersebut mereduksi prinsip gig worker, karena akan merusak ekosistemnya.

“Jadi tugas pemerintah itu bukan memformalkan pekerjaan informal ke formal, tapi lebih kepada fokus pada penyerapan tenaga kerja di sektor formal. Karena informal seperti ojol ini sebenarnya hanya pekerjaan sementara ketika mereka tidak tertampung baik ketika mereka lulus, tidak mendapatkan pekerjaan, atau ketika terkena PHK. Karena tentu tidak ada yang bercita-cita bekerja sebagai ojol,” pungkas Piter.

#ketenagakerjaan #gig-worker #tenaga-kerja #angkatan-kerja

https://money.kompas.com/read/2024/10/20/180317626/pemerintahan-baru-disarankan-fokus-pada-penyerapan-angkatan-kerja