Adiwarna IPO di Kisaran Rp 100-107, Pakai Ticker NAIK, Murah Mahal?

Adiwarna IPO di Kisaran Rp 100-107, Pakai Ticker NAIK, Murah Mahal?

Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) bersiap IPO. Segini valuasi NAIK. - Halaman all

(InvestorID) 21/10/24 13:14 16783828

JAKARTA, investor.id - PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) maksimal 750 juta (23,08%) saham.

Adiwarna Anugerah Abadi bakal menggunakan ticker NAIK. Perseroan membuka harga penawaran awal di kisaran Rp 100-107/saham. Sehingga nilai keseluruhan IPO ini bisa mencapai Rp 80,25 miliar.

Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 22-24 Oktober 2024. Dengan penawaran umum diperkirakan pada 4-6 November 2024, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah MNC Sekuritas.

Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) juga menerbitkan sebanyak-banyak 375 juta waran seri I secara gratis bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Setiap waran memberikan hak bagi pemegangnya untuk menebus 1 saham di Rp 135. Sehingga nilai dari hasil pelaksanaan waran seri I maksimal Rp 50,62 miliar.

Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) berdiri pada tahun 2007 di Jakarta, Indonesia. Perseroan melakukan kegiatan usaha utama dalam bidang engineering, procurement, & construction for fire protection system.

Perseroan memberikan solusi sebagai proteksi kebakaran yang lengkap dan berfokus pada segmen industri dengan risiko dan spesifikasi tinggi seperti data center, oil & gas, petrochemical, perbankan, pulp & paper, power plant, dan lain-lainnya. Sampai saat ini perseroan telah mengerjakan lebih dari 500 proyek yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia.

Pemegang saham perseroan saat ini terdiri dari PT Adiwarna Anugerah Investama menguasai 72,58% saham, Johannes 13,71% saham, dan Ernawati 13,71% saham. Johannes dan Ernawati merupakan penerima manfaat akhir NAIK.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja perseroan. Sedangkan seluruh dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan juga untuk modal kerja perseroan.

Valuasi

Sementara itu, manajemen Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) dalam prospektus awal menjelaskan berdasarkan penetapan harga penawaran sebesar Rp 107 setiap saham atau pada PER (price earning ratio) melalui perhitungan dengan menggunakan laba bersih periode 31 Mei 2024 adalah sebesar 14,39x. Dan PBV (price to book value) setelah penawaran umum perdana mencapai 3,36x.

Menurut manajemen, PER dan PBV adalah valuasi dengan pendekatan market relative yang banyak digunakan oleh investor untuk menilai saham perusahaan. Dibandingkan dengan PER rata-rata perusahaan publik tercatat di industri sejenis yang sebesar 110,64x, PER perseroan menggunakan laba bersih periode 31 Mei 2024 sebesar 14,39x, adalah lebih rendah.

“Nilai PER yang lebih rendah dari industri sejenis menunjukkan bahwa tingkat valuasi saham NAIK yang ditawarkan pada valuasi yang cukup menarik dibandingkan perusahaan sejenis,” ujar manajemen.

Sementara, PBV perseroan yaitu 3,36x, lebih rendah dibandingkan PBV rata-rata perusahaan publik tercatat di industri sejenis, yaitu 8,56x. “Nilai PBV yang lebih rendah dari industri sejenis menunjukkan bahwa tingkat valuasi saham NAIK yang ditawarkan pada valuasi yang cukup menarik dibandingkan perusahaan sejenis,” ungkap manajemen lagi.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ipo #adiwarna-anugerah-abadi #naik #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/377385/adiwarna-ipo-di-kisaran-rp-100107-pakai-ticker-naik-murah-mahal