Sasar 90 Pulau, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah 3T

Sasar 90 Pulau, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah 3T

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 oleh BI dan TNI AL fokus pada stabilitas ekonomi di 90 pulau 3T, menjangkau daerah-daerah terluar Indonesia. Halaman all

(Kompas.com) 21/10/24 13:09 16785911

BANDA, KOMPAS.com -Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL) menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024, yang menyasar 90 pulau di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di 18 provinsi.

Ekspedisi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi di daerah-daerah tersebut.

ERB tahun ini dimulai pada Februari 2024 dengan menyasar lima pulau di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, yaitu Sebatik, Bunyu, Derawan, Maratua, dan Taliyasan dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso-990.

Pada bulan ini, ERB kembali digelar di Maluku dengan menyasar pulau-pulau seperti Banda Neira, Gorom, Geser, Buru, dan Manipa dengan menggunakan KRI Teluk Lada-521 sebagai kapal operasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, menjelaskan, tujuan dari ERB adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi di wilayah 3T.

“Kami datang ke sini, di Banda Neira, merupakan implementasi atau perwujudan dari tugas yang kami lakukan yaitu untuk menjaga stabilitas ekonomi,” ujar Aida dalam sambutannya pada acara ERB di Banda, Maluku Tengah, Maluku, Minggu (20/10/2024).

KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA A Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam sambutannya pada acara Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 di Banda, Maluku Tengah, Maluku, Minggu (20/10/2024). ERB digelar Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL).
Aida menekankan pentingnya ketersediaan uang rupiah di seluruh pelosok Indonesia.

“Kalau tidak ada uangnya, Bapak-Ibu sekalian tidak bisa bertransaksi. Atau kalau ada barangnya, uangnya cuma sedikit, itu mengakibatkan barang-barangnya jadi harganya naik tinggi. Jadi susah masyarakat untuk (bertransaksi) ekonomi,” kata dia.

“Belum lagi, kalau kita lagi melakukan transaksi, jual-beli, uang kita (nominalnya) besar, pas mau dibalikin uangnya tidak ada. Jadi itu juga menimbulkan keengganan atau kesusahan dalam bertransaksi,” tutur dia.

Dalam ERB di Maluku tahun ini, BI menyediakan nilai tukar hingga Rp 5 miliar bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang rupiah mereka.

Salah satu warga Banda, Abdullah (52), yang mempuyai usaha air minum, menukarkan total sekitar Rp 3,75 juta, hasil dari penjualan air galon. Lembar demi lembar uang lusuh dan kotor milik Abdullah ditukar dengan rupiah layak edar yang dibawa BI.

KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA Warga menunjukkan uang lusuhnya sebelum ditukarkan dalam acara Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 di Banda, Maluku Tengah, Maluku, Minggu (20/10/2024). ERB digelar Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL).
Abdullah mengungkapkan, dirinya menyimpan rata-rata Rp 1 juta per bulan, uang lusuh dan kotor hasil penjualannya. Hal itu, menurut dia, menghambat transaksi ekonomi usahanya.

“Uang yang sudah agak-agak kusam, yang sudah noda, itu saya mau kembalikan kepada pelanggan, itu saya rasanya kurang enak,” kata Abdullah.

“Jadi saya nahan. Uang-uang yang kusam-kusam itu saya tahan. Kalau per bulan, itu sekitar Rp 1.000.000 yang saya tahan,” tambah dia.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2012, namun kegiatan yang terpola baru terprogram sejak 2021.

Setiap tahun, BI menandatangani kesepakatan atau MoU dengan TNI AL untuk menyelenggarakan ERB, yang menyasar 17 hingga 18 provinsi di pulau-pulau terluar setiap tahunnya.

#stabilitas-ekonomi #tni-angkatan-laut #bank-indonesia #ekspedisi-rupiah-berdaulat

https://money.kompas.com/read/2024/10/21/130900926/sasar-90-pulau-ekspedisi-rupiah-berdaulat-2024-jaga-stabilitas-ekonomi-daerah