3.000 Buruh Demo di Depan Istana Negara Kamis Besok, Minta Prabowo Naikkan Upah
Sekitar 3.000 buruh di Jabodetabek akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta pada Kamis (24/10/2024). Halaman all
(Kompas.com) 22/10/24 12:18 16828905
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 3.000 buruh di Jabodetabek akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta pada Kamis (24/10/2024).
Presiden Serikat Buruh Said Iqbal mengatakan, ada dua tuntutan yang akan disampaikan ribuan buruh ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lewat aksi mendatang.
“Pertama, naikkan upah minimum 2025 sebesar 8-10 persen tanpa Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023. Kedua, cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja setidak-tidaknya klaster ketenagakerjaan dan perlindungan petani,” kata Said dalam konferensi pers daring, Selasa (22/10/2024).
Sebelum bergerak menuju Istana Negara, massa akan berkumpul di Patung Arjuna Wijaya depan Monas dan di pintu IRTI Monas seberang Balai Kota Provinsi Jakarta.
Said mengatakan, aksi ini diinisiasi oleh sejumlah serikat buruh. Mulai dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Konferensi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), dan sejumlah serikat buruh lainnya.
Selain aksi 24 Oktober, buruh juga berencana menggelar aksi lanjutan di seluruh Indonesia dalam beberapa bergelombang.
“Tanggal 24 Oktober ini adalah aksi awalan, tentu akan dilanjutkan aksi lanjutan secara bergelombang yaitu 25-31 Oktober. Dan itu pasti ratusan ribu buruh se-Indonesia (ikut aksi),” lanjut Said.
Dalam aksi lanjutan itu, kata Said, para buruh di 38 provinsi akan berdemonstrasi di depan kantor gubernur atau kantor bupati dan wali kota masing-masing daerah.
Jika pemerintah tidak mendengar dan mengabulkan tuntutan, para buruh berencana mogok nasional dan menghentikan aktivitas produksi di pabrik-pabrik.
“(Jika pemerintah tidak mendengar tuntutan) maka bisa dipastikan serikat buruh sudah merancang untuk melakukan mogok nasional yang tentatif waktunya adalah 11-12 November 2024, stop produksi,” tegas Said.
Said meyakini, aksi mogok nasional ini akan diikuti oleh 5 juta buruh di 15.000 pabrik yang ada di 38 provinsi seluruh Indonesia.