Petugas Damkar Depok Tak Dilengkapi Alat Pelindung Saat Bertugas, Deolipa: Kan pada Rusak
Peralatan petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Depok tidak memadai, termasuk kurangnya masker yang seharusnya digunakan saat memadamkan api. Halaman all
(Kompas.com) 22/10/24 19:45 16844845
DEPOK, KOMPAS.com - Pengacara Deolipa Yumara menegaskan bahwa peralatan petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Depok tidak memadai, termasuk kurangnya masker yang seharusnya digunakan saat memadamkan api.
"Memang enggak ada masker, kan peralatannya pada rusak di Damkar itu. Masker juga enggak ada, jadi enggak ada alat pelindung sama sekali," kata Deolipa selaku kuasa hukum Damkar Depok, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/10/2024).
Pernyataan ini disampaikan Deolipa sebagai tanggapan atas gugurnya Martinnius Reja Panjaitan, petugas Damkar yang bertugas memadamkan kebakaran di rumah potong ayam di Pasar Cisalak, Cimanggis, Kota Depok, Jumat (18/10/2024).
"Jadi Martin ini memang kerja menangani kebakaran tapi tidak dilengkapi sama masker, dan memang enggak ada masker," ungkap Deolipa.
Ia menambahkan bahwa seluruh petugas Damkar yang turun ke lapangan pada hari itu juga tidak menggunakan masker.
"Enggak pakai masker (semua petugas), karena enggak ada barangnya. Peralatannya enggak ada, akhirnya ya celaka. Orang kalau enggak ada peralatan kerja kan ya celaka," ujarnya.
Deolipa menyatakan bahwa kondisi ini menjadi perhatian dan kekhawatiran baginya sebagai kuasa hukum Martin dan 80 petugas honorer lainnya.
Ia mengkritik anggaran Damkar yang setiap tahunnya terus cair namun tidak diimbangi dengan penyediaan peralatan yang memadai.
"Anggarannya ada untuk beli-beli, tapi barangnya enggak ada, sudah lama kan. Jadi sudah hampir setahun kita ributin itu, tapi Pemkot Depok cuek-cuek saja," jelasnya.
Lebih lanjut, Deolipa berencana menindaklanjuti insiden yang menimpa Martin ke ranah hukum.
"Kan ini bukan (sekadar) persoalan Martin, tapi ini persoalan masyarakat Kota Depok sama pemerintahnya," lanjutnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Penyelamatan Damkar Depok, Tessy Haryanti, memastikan bahwa Martinnius Reja Panjaitan, yang meninggal setelah bertugas, bukan merupakan korban kebakaran.
"Ya, (Martinnius meninggal) setelah memadamkan," kata Tessy saat dihubungi, Sabtu (19/10/2024).
Ia menambahkan bahwa Martin sempat mengalami sesak napas saat pergantian personel dalam proses pendinginan.
Tessy juga membenarkan bahwa Martin tidak menggunakan masker, mengingat tempat kejadian perkara (TKP) mencakup 80 persen ruang terbuka, sehingga masih memungkinkan adanya sirkulasi udara.
"Masker dipakai jika pada ruang terbatas dan sepasang dengan tabung udara murni, namanya SCBA," ujarnya.
#damkar-depok-bongkar-korupsi #damkar-depok #petugas-damkar-depok-meninggal-dunia #petugas-damkar-meninggal #petugas-damkar-meninggal-di-depok