Dukungan Semangat dan Harapan kepada Lulusan Papua Football Academy

Dukungan Semangat dan Harapan kepada Lulusan Papua Football Academy

Direktur & Executive Vice President (EVP) Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, memberikan semangat bagi anak-anak PFA.

(Kompas.com) 24/10/24 01:34 16906421

KOMPAS.com - Pemain-pemain lulusan Papua Football Academy mendapat dorongan semangat dari Direktur & Executive Vice President (EVP) Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma.

Papua Football Academy merupakan akademi sepak bola kelas dunia yang bermarkas di Mimika Sports Complex, Kabupaten Mimika, dan dibiayai penuh oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).

Program yang dikepalai Direktur Akademi Wolfgang Pikal ini merupakan komitmen jangka panjang PTFI untuk mengembangkan karakter anak-anak Papua lewat sepak bola.

PFA telah meluluskan angkatan pertama anak didik mereka sejumlah 24 orang pada Juni 2024.

Dari dua lusin pemain tersebut, delapan telah berhasil menemukan pelabuhan berikut di level Elite Pro Academy bersama Persija (5 siswa), Dewa United (1 siswa), PSBS Biak (1 siswa), dan Malut United (1 siswa).

Sementara, 14 orang akan bermain di akademi-akademi RNA, SAFIN, ASIFA, dan ASTI.

Claus Wamafma pun memberikan dukungan penuh kepada mereka yang berhasil menemukan pelabuhan berikut, terutama di level Elite Pro.

"Pertama selamat untuk PFA yang telah meluluskan angkatan pertama dan hari ini ada di beberapa klub Liga 1 Indonesia," ujar Claus di acara ramah tamah antara jajaran manajemen Freeport Indonesia dengan siswa-siswa angkatan kedua PFA di Tembagapura, Mimika, Rabu (23/10/2024).

"Selamat juga untuk anak-anak yang baru masuk tim EPA dan mereka yang tersalurkan ke akademi-akademi sepak bola di luar Papua."

"Tentu kami berharap mereka terus menjaga prestasi, mereka bisa terus bersaing dengan anak-anak dari seluruh Indonesia baik di klub maupun akademi."

Claus pun memberikan semangat kepada siswa-siswa lain yang masih belum terpilih untuk mendapatkan pijakan baru.

Ia mengingatkan bahwa harapan mereka masih sangat ada dan tak pantang menyerah."

"Bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan, ini tentu bukan berarti kiamat," ujarnya.

"Anak-anak ini masih punya banyak kesempatan. Banyak contoh pemain sepak bola bisa mentas justru dalam usia dewasa."

KOMPAS.com/Firzie A. Idris Para pemain Papua Football Academy berlatih dengan siswa-siswi dari sekolah lokal di Tembagapura, Mimika, di lapangan sepak bola Tembagapura pada Selasa (22/10/2024).

"Ada harapan dan saya percaya PFA terus melakukan monitoring dan komunikasi jadi anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan bisa pada akhirnya memperoleh kesempatan."

Dukungan sama juga diberikan oleh George Banini, Executive Vice President of Operations PT Freeport Indonesia.

Ia mengatakan bahwa anak-anak PFA harus merasa beruntung dan percaya diri karena setiap dari mereka mengalahkan hingga 100 anak lain untuk mendapatkan tempat di PFA.

"Tak ada orang yang bisa mengatakan kalian tidak bisa," tuturnya kepada semua siswa dalam acara sambutan pada acara sama.

"Jangan terima, bahwa \'saya tidak bisa\'. Bahkan kata \'tidak bisa\' jangan masuk peribahasa yang kalian semua punya."

"Saat kalian bangun pagi hari, katakan kepada diri sendiri bahwa kalian spesial, kalian luar biasa, dan kalian bisa."

"Ini tidak berarti segala hal akan mudah atau tanpa kesulitan tetapi ketika kesulitan itu ada, kalian harus ingat bahwa masing-masing dari kalian mengalahkan 100 anak lain untuk mendapatkan kesempatan ini."

#papua #claus-wamafma #papua-football-academy #freeport-indonesia

https://bola.kompas.com/read/2024/10/24/01344438/dukungan-semangat-dan-harapan-kepada-lulusan-papua-football-academy