KKP Sebut 33 Eksportir Perikanan Antre Masuk Pasar Uni Eropa - kumparan.com
KKP sebut 33 eksportir perikanan di Indonesia antre untuk masuk pasar Uni Eropa.
(Kumparan.com) 24/10/24 16:12 16936487
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berupa menambah pelaku usaha yang dapat melakukan ekspor hasil perikanan ke pasar Uni Eropa (UE).
Kepala Badan Pengawasan dan Pengendalian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ishartini, mengungkapkan jumlah perusahaan ekspor ikan yang berhasil masuk ke pasar Uni Eropa saat ini sebanyak 176. Angka ini tidak bertambah sejak tahun 2017.
"Kita tidak bisa menambah karena kita masih ada PR-PR yang harus kita selesaikan. Alhamdulillah sampai dengan sekarang ini, PR-PR itu secara bertahap kita selesaikan," kata Ishartini dalam konferensi pers, Kamis (24/10).
"Kemarin pada saat saya berbicara dengan DG Sante yang memang punya kewenangan untuk menyatakan hal ini sudah dinyatakan selesai. Sebab itu kita sudah pada step berikutnya ya, sudah temuan ini sudah selesai," ujarnya.
Ishartini mengatakan, saat ini ada 33 perusahaan baru yang menunggu persetujuan untuk dapat masuk ke pasar Uni Eropa.
"Target kita ini sekarang sudah mengantre sekitar 33 perusahaan baru yang ingin mengusulkan nomor baru," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ishartini melaporkan, lima pasar dunia terbesar pada tahun 2023. Pertama, Uni Eropa dengan nilai USD 61,85 miliar, kemudian Amerika Serikat diurutan berikutnya dengan nilai sebesar USD 27,38 miliar. Ketiga, ada Tiongkok senilai USD 23,32 miliar, selanjutnya, Jepang USD 14,37 miliar, dan ASEAN senilai USD 11,49 miliar.
Sementara itu, komoditas perikanan yang paling diminati oleh pasar dunia yaitu ikan trout, salmon, udang, tuna, tongkol, cakalang, cumi-cumi, sotong, gurita hingga kepiting atau rajungan.
"Jadi itu nanti adalah komoditas yang harus menjadi fokus utama kita untuk meningkat volume dan nilai ekspor hasil perikanan kita ke pasar global," katanya.