Program Makan Gratis Pemerintah, Peneliti Indonesia Harapkan 3 Hal Ini
Dalam penerapan program Makan Gratis, peneliti Indonesia berharap pemerintah memerhatikan beberapa hal, termasuk memastikan anak menghabiskan makanan.
(Kompas.com) 25/10/24 07:05 16959163
JAKARTA, KOMPAS.com - Makanan bergizi gratis merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, program akan dimulai pada 2 Januari 2025.
Adapun, rencananya program makanan bergizi gratis ini menargetkan anak-anak dari kalangan PAUD sampai SMA.
Direktur Eksekutif Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) Prof. Nila F Moeloek berharap akan sejumlah hal terkait program itu.
Apa saja?
1. Anak dipastikan menghabiskan makanannya
Nila mengatakan, ia ingin pemerintah bisa memastikan bahwa seluruh makanan yang diberikan akan dihabiskan oleh anak-anak.
Mengingat, anak-anak pada usia sekolah membutuhkan asupan bergizi lengkap demi menunjang working memory atau memori kerja, yang baik.
Working memory adalah sistem kognitif yang memungkinkan seseorang untuk menyimpan dan memproses informasi dalam waktu singkat.
Anak dengan daya tangkap informasi yang cepat, mampu mengambil solusi terhadap sesuatu, memecahkan masalah, atau mengambil keputusan.
"Saya khawatir di sekolah makanannya ada yang enggak dimakan dan dibuang. Jangan," tutur Nila dalam media briefing terkait pemenuhan gizi anak SD di Beautika Restoran, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Menurutnya, hal ini sangat penting diperhatikan. Selain untuk mengoptimalkan asupan gizi anak, tetapi juga untuk mengurangi limbah makanan.
2. Jadi sumber pengetahuan tentang gizi dan pangan
Selanjutnya adalah menjadikan momen menyantap makanan bergizi gratis sebagai sumber pengetahuan tentang gizi dan pangan.
Untuk hal ini, pemerintah harus bekerja sama dengan guru, terkait materi apa saja yang bisa diberikan.
Misalnya, guru menceritakan tentang telur dan ayam saat para murid sedang makan.
"Guru bisa menceritakan bahwa telur berasal dari ayam, tetapi ayam harus dipelihara terlebih dulu. Ayam tidak bisa langsung besar dan bertelur," kata Nila.
Selain memperoleh pengetahuan, anak-anak juga bisa belajar untuk lebih menghargai setiap makanan yang disantap.
3. Edukasi soal asal-usul dan sejarah makanan
Menurut Nila, tidak ada salahnya untuk menyisipkan informasi tentang asal-usul atau sejarah sebuah makanan.
Jadi, cakupan pengetahuan anak tentang gizi dan pangan menjadi lebih luas.
Sebagai contoh, jika menu makanan bergizi gratis adalah nasi tumpeng, guru bisa bercerita tentang menu tersebut.
"Saya juga baru mengerti nasi tumpeng itu maksudnya apa, dan ternyata (untuk memakannya) bukan dipotong (dari atas). Seharusnya dikeruk dari bawah," tutur Nila.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2014-2019 ini melanjutkan, makna nasi tumpeng adalah memberi ucapan terima kasih kepada Tuhan.
"Yang seperti itu bisa diceritakan secara sederhana saja sambil anak-anak makan," terang dia.
#makan-gratis #makan-gratis-di-sekolah #makan-bergizi #program-makan-gratis #program-makan-bergizi-gratis