Sebanyak 29 Perusahaan Makanan-Minuman RI Cari Peluang Baru di SIAL Paris 2024 Halaman all
Pihak KBRI Paris sebut dalam pameran SIAL dua tahun lalu, transaksi yang dicapai Indonesia mencapai 30 juta dollar AS. tahun ini digadang naik. Halaman all
(Kompas.com) 25/10/24 08:20 16963752
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 29 perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman, yang diprakarsai oleh KBRI Paris, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian Indonesia, mencari peluang pasar baru di pameran Salon International de l\'Alimentation (SIAL) Paris ke-60 yang berlangsung pada 19-23 Oktober 2024.
Atase Perdagangan KBRI Paris, Ruth Joanna mengatakan bahwa dalam pameran yang sama, dua tahun lalu, transaksi yang dicapai Indonesia mencapai 30 juta dollar AS.
Ia optimistis, tahun ini Indonesia bisa mencapai kenaikan transaksi antara 10 hingga 20 persen.
Media Relation Asosiasi Cokelat Bean to Bar Indonesia (ACBI), Aprilia Melissa mengatakan bahwa pihaknya menyediakan cokelat premium yang berbasis keunikan biji cokelat yang diambil dari wilayah-wilayah terpencil di Indonesia, dari Jawa Barat hingga Papua.
Ia mengatakan, produk Indonesia ditawarkan dengan harga yang tidak murah karena memiliki kekhasan dan kekayaan rasa yang bisa melawan persaingan dalam khazanah peta cokelat premium dunia.
"Di SIAL Paris ini, kami bertemu dengan varian potential buyer yang justru tidak mencari produk murah, tapi mereka mencari produk selected untuk menyasar market high end," ujar Aprilia dalam siaran pers, dikutip Rabu (25/10/2024).
Aprilia mengatakan, calon buyer yang datang ke paviliun Indonesia sangat beragam, mulai dari Perancis, Jepang, Hongkong, Brasil dan lain sebagainya.
Seorang trader dari Dubai, Mohammad El Bana mengatakan, cokelat Indonesia memiliki citarasa yang jauh melebihi apa yang dia bayangkan.
"Biasanya cokelat yang memiliki kandungan 100 persen akan terasa pahit, tapi cokelat dari Indonesia ini tidak pahit sama sekali," kata Bana.
Sementara itu, seorang pengusaha di sektor turisme, Abdelkrim Baberrih, mengaku sangat terpesona dengan sajian produk cokelat asal Indonesia.
"Kami ingin menyajikan paket turisme di mana wisatawan bisa melihat langsung proses di kebun hingga merasakan produk akhirnya, atau exploring and experience dan dengan cokelat ini, Indonesia bisa memiliki peluang yang bagus," ujar Baberrih.
Menanggapi hal itu, Aprilia mengakui bahwa asosiasi telah memahami pentingnya kolaborasi sektor agrikultur dan yang menunjang turisme dan vice versa.
"Sektor agrikultur dan turisme sangat lekat dan memang asosiasi juga sedang mengusahakan agar petani Indonesia tak sekedar menghasilkan cokelat dengan kualitas yang baik tapi juga bisa menarik kunjungan turisme baik itu lokal maupun mancanegara," kata dia.
#jakarta #kementerian-perindustrian #kementerian-perdagangan #kbri-paris #makanan-minuman