VKTR Cetak Pendapatan Bersih Rp 656 Miliar sampai Kuartal III 2024

VKTR Cetak Pendapatan Bersih Rp 656 Miliar sampai Kuartal III 2024

Emiten kendaraan listrik komersil PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp 646 miliar. Halaman all

(Kompas.com) 25/10/24 18:27 16978977

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten kendaraan listrik komersil PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp 646 miliar dari bisnis penjualan kendaraan bermotor listrik dan manufaktur suku cadang sampai kuartal III-2024.

Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp 123 miliar dengan peningkatan marjin laba kotor.

Adapun, pendapatan bersih VKTR pada sampai September 2024 tercatat mengalami kontraksi secara tahunan menjadi Rp 646 miliar dibandingkan Rp 891 miliar pada periode yang sama tahun 2023.

PIXABAY/MENNO DE JONG Ilustrasi mobil listrik.

Hal tersebut sesuai dengan data Gaikindo yang menunjukkan adanya pelemahan penjualan kendaraan niaga di Indonesia sebesar 21 persen sampai September 2024.

Namun demikian, pendapatan bersih tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil di setiap kuartalnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,9 persen.

Presiden Direktur VKTR Gilarsi W. Setijono mengatakan, laba kotor mengalami penyusutan menjadi Rp 124 miliar pada kuartal III-2024 dari Rp 156 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, marjin laba kotor meningkat dari 17,5 persen pada kuartal III-2023 menjadi 19,1 persen pada periode ini, terutama karena efisiensi produksi di bidang manufaktur suku cadang dan kontribusi penjualan truk serta forklift.

“Perseroan mengalami pertumbuhan stabil di setiap quarter di 2024, dan kami optimistis pertumbuhan ini akan terus terjadi dengan semakin banyaknya pesanan dan purchase order untuk berbagai macam line up produk VKTR,” ucap dia dalam keterangan resmi, Jumat (25/10/2024).

Ia menambahkan, sampai akhir September 2024, VKTR mendapatkan tender Transjakarta via operator sebanyak 20 unit bus listrik 12 meter Completely Knocked Down (CKD). Unit-unit tersebut ditargetkan serah terima kepada operator pada akhir tahun ini.

Harapannya, unit tambahan tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam penurunan emisi transportasi di Jakarta.

Sementara itu, di luar proyek Transjakarta, VKTR telah mengamankan beberapa Purchase Order (PO) dari instansi pemerintah dan perusahaan BUMN, termasuk unit Compactor, Dump Truck, dan Arm Roll Truck.

Sampai saat ini, dua unit Compactor listrik pertama bahkan telah beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak Agustus 2024.

Selain itu, Fasilitas Kendaraan Listrik Berbasis CKD yang sedang dibangun di Magelang, Jawa Tengah, telah mencapai 86 persen dan ditargetkan selesai pada akhir 2024. Fasilitas ini akan menjadi yang pertama di Indonesia yang mampu memproduksi chassis kendaraan listrik komersial dengan metode CKD.

"Pencapaian ini juga diakui oleh Kementerian Perindustrian karena tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang telah melebihi 40 persen untuk produk bus 12 meter," imbuh dia.

Gilarsi menerangkan, VKTR terus berkomitmen untuk menyediakan solusi transportasi ramah lingkungan, sembari meningkatkan kinerja keuangan yang berkelanjutan. Meskipun pasar kendaraan listrik komersial masih menghadapi tantangan adopsi, tindakan iklim yang mulai menjadi penggerak utama di berbagai kebijakan menunjukkan bahwa elektrifikasi mobilitas komersial hanya soal waktu.

"VKTR optimistis akan mampu memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan dan berkontribusi pada transformasi industri transportasi di Indonesia," tutup dia.

#kendaraan-listrik #penjualan-kendaraan #transjakarta #vktr

https://money.kompas.com/read/2024/10/25/182729826/vktr-cetak-pendapatan-bersih-rp-656-miliar-sampai-kuartal-iii-2024