UMKM Butuh Pembiayaan dan Pendampingan untuk Berkembang
UMKM di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar pembiayaan; pendampingan teknis juga krusial untuk pertumbuhan mereka.
(Kompas.com) 25/10/24 23:58 16995656
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengungkapkan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memerlukan lebih dari sekadar akses pembiayaan.
Mereka juga membutuhkan pembinaan berkelanjutan agar dapat berkembang dengan pesat.
Esther menekankan pentingnya pendampingan teknis bagi UMKM setelah menerima kredit.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka dapat mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan.
“UMKM ini memang kekurangan modal, tetapi setelah diberikan kredit, tentu mereka tidak bisa dilepas begitu saja. Mereka perlu bimbingan, pemantauan, serta bimbingan teknis,” ujarnya, Jumat (25/10) seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan diperlukan dalam berbagai aspek, mulai dari pengemasan produk, strategi ekspor, hingga manajemen keuangan.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan omzet dan memperluas pemasaran secara efisien dan kompetitif.
“Kalau hanya diberikan uang, nanti ada risiko dana dipakai untuk keperluan lain, dan bisnis UMKM tidak berkembang,” tambah Esther.
Dalam upaya mendukung UMKM, pemerintah melalui Smesco, lembaga di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, telah menyediakan layanan inkubasi serta pendampingan untuk memperoleh izin usaha dan sertifikasi penting.
Smesco membantu pelaku UMKM mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, PIRT, SIUP, dan hak kekayaan intelektual agar produk mereka lebih kredibel di pasar.
Selain itu, pemerintah juga berupaya memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui skema innovative credit scoring (ICS).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal upaya ini untuk mempermudah UMKM mendapatkan kredit, meskipun terkendala syarat agunan atau riwayat kredit sebelumnya.
Skema pembiayaan dan pendampingan tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM untuk tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menjalankan bisnis yang lebih profesional dan berdaya saing.