Benarkah Pakai BBM RON 90 atau 92 Performa Mobil Sama Saja?

Benarkah Pakai BBM RON 90 atau 92 Performa Mobil Sama Saja?

Kandungan sulfur pada BBM dianggap lebih berpengaruh terhadap performa kendaraan. Halaman all

(Kompas.com) 26/10/24 08:22 17008075

KLATEN, KOMPAS.com - Kualitas BBM menjadi sorotan belakangan ini, terkait emisi karbon yang dihasilkan. Pasalnya, polusi udara menjadi isu yang cukup serius, berdampak pada kehidupan makhluk hidup.

Salah satu indikator kualitas BBM adalah nilai oktan untuk bensin. Selain itu, terdapat juga kandungan sulfur sebagai residunya.

Batas maksimum kandungan sulfur pada Pertalite dan Pertamax 92 ternyata tidak berbeda cukup jauh, yakni 400 ppm dan 500 ppm. Sementara batas standar sulfur BBM internasional 50 ppm.

Hal itu memunculkan asumsi di kalangan masyarakat, bahwa penggunaan BBM dengan nilai oktan berbeda tidak berpengaruh terhadap performa, karena kandungan sulfur yang dianggap lebih berpengaruh.

Hardi Wibowo, pemilik bengkel mobil Aha Motor Yogyakarta, mengatakan, pemakaian BBM berkualitas sangat menentukan performa kendaraan.

“Antara bensin RON 90 dan 92 hasilnya berbeda, pemakaian bensin RON 92 lebih sesuai dengan kebanyakan spesifikasi mesin mobil modern,” ucap Hardi kepada Kompas.com, Jumat (25/10/2024).

PERTAMINA PT Pertamina Patra Niaga menegaskan tetap menyalurkan BBM jenis Pertalite (RON 90) kepada masyarakat sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) tertanggal 10 Maret 2022.

Terlepas kualitas BBM juga dipengaruhi oleh kandungan sulfur, Hardi mengatakan, beberapa mesin mobil modern memiliki angka kompresi cukup tinggi.

“Tingginya nilai kompresi pada mesin bertujuan untuk meningkatkan performa atau tenaga yang dihasilkan, namun harus didukung dengan penggunaan BBM yang sesuai,’ ucap Hardi.

Hardi mengatakan, misal mobil dengan kebutuhan BBM RON 92, tapi diisi dengan BBM RON 90, maka yang terjadi akan ada selisih tenaga yang dihasilkan.

kompas.com Ilustrasi mobil menanjak.

“Seperti kemampuan mobil untuk menanjak menjadi kurang, akselerasi kurang responsif dan sejenisnya, bedanya cukup signifikan,” ucap Hardi.

Hardi mengatakan, nilai oktan pada bensin akan menentukan respons bensin untuk terbakar. Semakin rendah nilai oktan, maka bensin semakin mudah terbakat karena panas, meski belum ada percikan bunga api dari busi.

"Agar mesin menghasilkan tenaga optimal, seharusnya ledakan terjadi tepat sesaat setelah piston mencapai posisi top, jika sebelumnya sudah meledak maka yang terjadi ngelitik," ucap Hardi.

Bagus Puji Panuntun Tanjakan Spongebob di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menjadi pilihan jalan alternatif ratusan kendaraan wisatawan untuk melangsungkan perjalanan arus balik menuju Kota Bandung, Senin (1/1/2024).

Proses pembakaran yang tak sempurna tersebut, menurut Hardi, menjadi faktor penentu suatu mobil memiliki tenaga optimal atau tidak.

Sementara kandungan sulfur, menurut Hardi, akan berdampak pada cepat atau tidaknya kerak karbon menumpuk di ruang bakar, seiring pemakaian.

“Secara tidak langsung, ruang bakar yang sudah kotor karena kerak karbon juga dapat mempengaruhi performa mesin, karena ada potensi pembakaran tak sempurna,” ucap Hardi.

Jadi, penggunaan BBM RON 90 dan 92 pada mobil tetap memiliki perbedaan performa yang dihasilkan, meski kandungan sulfur juga menentukan dalam jangka panjang.

#kualitas-bbm #kandungan-sulfur-pada-bbm #nilai-oktan-pada-bensin

https://otomotif.kompas.com/read/2024/10/26/082200815/benarkah-pakai-bbm-ron-90-atau-92-performa-mobil-sama-saja-