Kisah Kades Bilendalo NTT Hadapi Krisis Air Bersih, Gali Sumur 85 Meter Airnya Masih Asin

Kisah Kades Bilendalo NTT Hadapi Krisis Air Bersih, Gali Sumur 85 Meter Airnya Masih Asin

Kades Bilendalo mengungkapkan kesulitan menyediakan air bersih, meski sudah gali sumur 85 meter. Warga terpaksa bergantung pada bantuan. Halaman all

(Kompas.com) 26/10/24 17:22 17021756

LOMBOK, KOMPAS.com - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bilendalo, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan kesulitan dalam menyediakan air bersih bagi warganya di Dusun Kelongkong.

Kepala Desa Bilendalo, Panjaitan, menyatakan bahwa upaya untuk mendatangkan air bersih telah dilakukan, namun hasilnya tetap mengecewakan.

“Untuk Dusun Kelongkong di sini, airnya payau, bukan payau lagi tapi sudah asin sekali. Malah kami dari Pemdes juga sudah berusaha untuk mendatangkan air bersih di sini, tapi kami gagal,” ujar Panjaitan saat ditemui di Dusun Kelongkong, Desa Bilendalo, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, pada Jumat (25/10/2024).

Panjaitan menjelaskan, setiap usaha pengeboran sumur yang dilakukan, baik oleh Pemdes maupun warga, menghasilkan air yang tidak layak konsumsi.

“Kalau sumur bor di sini itu payau. Di Pemdes pernah bikin di 2022 kemarin itu, dalamnya (sumur) sekitar 85 meter, air masih payau, malah pahit dia,” imbuhnya.

Karena air sumur yang tidak dapat digunakan, warga Dusun Kelongkong terpaksa bergantung pada bantuan dari Bantuan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Sejak tiga tahun terakhir, BPBD NTB rutin mengirimkan satu tangki air bersih ke Dusun Kelongkong setiap minggunya. Namun, bantuan ini belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

“Warga kami untuk masak dan minum pakai air galon isi ulang,” jelas Panjaitan yang mengatakan, satu galon isi ulang dihargai Rp 5.000.

Selain itu, air galon dan air dari tangki tidak mencukupi untuk mandi, sehingga warga terpaksa menggunakan air laut untuk berendam.

“Kebanyakan warga kami di Kelongkong ini mandi pakai air laut, langsung menyebur di laut. (Lalu) kembali ke rumahnya pakai air gayung untuk basuh badannya biar enggak terlalu lengket sama air laut,” kata Panjaitan.

Dalam kondisi yang sangat terbatas, warga hanya menggunakan satu gayung air untuk menyiram badan mereka.

Selain Dusun Kelongkong, Panjaitan juga mengatakan bahwa Dusun Arum Manis mengalami masalah serupa.

“Untuk warga kami yang ada di Dusun Arum Manis dan Dusun Kelongkong (yang kekurangan air bersih) kurang lebih sebanyak 500 kartu keluarga (KK),” ungkapnya.

#krisis-air-bersih #dusun-kelongkong #kades-bilendalo #bantuan-bpbd-ntb

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/26/17225981/kisah-kades-bilendalo-ntt-hadapi-krisis-air-bersih-gali-sumur-85-meter