Bank Permata Raup Laba Bersih Rp 2,8 Triliun sampai September 2024
PT Bank Permata Tbk atau BNLI membukukan laba bersih senilai Rp 2,8 triliun sampai kuartal III-2024. Halaman all
(Kompas.com) 26/10/24 20:34 17032071
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Permata Tbk atau BNLI membukukan laba bersih senilai Rp 2,8 triliun sampai kuartal III-2024.
Angka tersebut tumbuh 30,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Bank Permata Meliza M. Rusli mengatakan, kinerja tersebut ditopang olah penyaluran kredit Bank Permata yang mencapai Rp 150,8 triliun, atau naik 8,6 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
SHUTTERSTOCK/ANTON_AV Ilustrasi bank."Permata Bank terus berkomitmen dalam penyaluran kredit kepada masyarakat yang dikontribusikan dari pertumbuhan penyaluran kredit kepada segmen korporasi, komersial, dan konsumer," kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (26/10/2024).
Dari sisi pendanaan, total simpanan nasabah tercatat senilai Rp183,3 triliun hingga kuartal III-2024. Dari jumlah tersebut rasio dana murah (CASA) ada di level 55,1 persen.
Selanjutnya, Permata Bank mencatat Rasio Loan-to-Deposit (LDR) meningkat ke level 81,6 persen di bulan September 2024 dibandingkan 75,6 persen pada September 2023.
Meliza menerangkan, kinerja keuangan kuartal III-2024 yang positif ini memberikan semanga di Permata Bank untuk terus berkembang kuat dan tangguh di tengah ketidakpastian dalam ekonomi global dan iklim politik, ekonomi, dan sosial Indonesia yang dinamis.
Hal ini juga tidak lepas dari komitmen dan kolaborasi yang dibangun oleh Bank Permata bersama mitra. Termasuk dengan Bangkok Bank yang telah menjadi induk usahanya beberapa tahun terakhir.
Meliza juga menyebutkan pihaknya terus menjaga kualitas aset dan portofolio kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian.
Hal ini terlihat dari rasio Gross NPL dan Loan at Risk (LAR) Bank pada September 2024 yang membaik masing-masing pada level 2,1 persen dan 8 persen, atau turun dibandingkan pada level 2,9 persen dan 9,4 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.
“Upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset tetap dilakukan Bank dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah,” imbuh Meliza.
Ia juga mengungkapkan rasio permodalan Bank Permata saat ini merupakan salah satu yang terkuat di antara bank komersial terbesar di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 Bank tercatat masing-masing sebesar 33,2 persen dan 25,5 persen pada kuartal III-2024.
“Hal ini menjadi fondasi yang kuat untuk prospek pertumbuhan usaha yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan, baik secara organik maupun anorganik” ungkap dia.
Selain itu, Meliza beranggapan, momentum kuartal yang berakhir pada September ini adalah sebuah langkah menuju pertumbuhan bisnis yang lebih baik serta mengedepankan inovasi pada layanan dan produk Bank Permata.
#bank-permata #penyaluran-kredit #simpanan-nasabah #permata-bank