ASEAN Perlu Terintegrasi untuk Mendorong Investasi di Tengah Isu Laut Filipina Barat

ASEAN Perlu Terintegrasi untuk Mendorong Investasi di Tengah Isu Laut Filipina Barat

Menurut Kadin, perdagangan di Laut China Selatan, termasuk Laut Filipina Barat, mencapai nilai sekitar 4 triliun dollar AS.

(Kompas.com) 27/10/24 09:10 17047201

JAKARTA, KOMPAS.com – Philippine Business Club Indonesia (PBCI) menggelar forum bertajuk "Laut Filipina Barat: Dampak terhadap Perdagangan & Investasi ASEAN" pada 25 Oktober 2024 di Hotel Westin Jakarta. Forum ini menyoroti pentingnya integrasi negara-negara ASEAN dalam mendorong investasi dan perdagangan di tengah ketegangan Laut Filipina Barat.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan bahwa kolaborasi ASEAN diperlukan untuk memperluas akses perdagangan.

"Kami di Kadin mendorong dunia usaha untuk membuka akses lebih luas, itu cara terbaik agar perdagangan kita lebih besar," kata Anindya, melalui rilis pers, dikutip Minggu (27/10/2024).

Anindya menambahkan bahwa perdagangan di Laut China Selatan, termasuk Laut Filipina Barat, mencapai nilai sekitar 4 triliun dollar AS, sehingga kerja sama yang lebih erat di kawasan ini sangat penting.

Menurut Anindya, dengan setengah populasi Asia Tenggara berada di Indonesia dan Filipina, kerja sama kedua negara bisa memperkuat integrasi regional.

"Kita tidak hanya bicara penduduk Indonesia 275 juta jiwa, tetapi 750 juta jiwa di ASEAN, maka acara ini sangat baik karena bisa menaikkan investasi," tambahnya.

DOK PBCI Philippine Business Club Indonesia (PBCI) menyelenggarakan forum tentang Laut Filipina Barat: Dampak terhadap Perdagangan & Investasi ASEAN pada 25 Oktober 2024 lalu di Hotel Westin Jakarta.

Dalam acara tersebut, Shanti Shamdasani, CEO dan Pendiri ASEAN International Advocacy and Consultancy, serta Chester B Cabalza, PhD, Presiden Pendiri Kerja Sama Pembangunan Internasional & Keamanan dan anggota Departemen Antropologi Universitas Filipina menyampaikan pidato utama.

Shanti menyampaikan bahwa forum tersebut membahas dampak ekonomi dari ketegangan di Laut Filipina Barat dan pentingnya peran ASEAN dalam mengelola konflik ini. “Melindungi Laut Filipina Barat di Laut China Selatan akan memberikan ruang pada pengakuan tatanan berbasis aturan di wilayah maritim yang disengketakan,” ujar Shanti.

Forum ini juga mengangkat praktik terbaik dari upaya Indonesia dalam melindungi Kepulauan Natuna sebagai referensi bagi ASEAN dalam mengatasi sengketa di kawasan.

Sebagai informasi, acara Philippine Business Club Indonesia (PBCI) ini dihadiri oleh komunitas ekspatriat Filipina, diplomat dari Kedutaan Besar Filipina dan Perwakilan Tetap Filipina untuk ASEAN, serta Philippine Trade & Investment Corp (PTIC) Jakarta.

Turut hadir dalam forum ini HE Gina Jamoralin dari Kedutaan Besar Filipina di Indonesia dan Ketua PBCI Antonio Capati, yang memberikan sambutan pembukaan.

#jakarta #laut-china-selatan #asean #laut-filipina

https://money.kompas.com/read/2024/10/27/091000326/asean-perlu-terintegrasi-untuk-mendorong-investasi-di-tengah-isu-laut-filipina?utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner