Operasional Tambang Emas Berakhir 2029, Bumi Suksesindo Siapkan "Underground Mining" Tembaga di Banyuwangi
Tambang Emas Tujuh Bukit PT Bumi Suksesindo mulai menambang biji emas pertama sejak 2016 dan menghasilkan emas perdana pada 2017. Halaman all
(Kompas.com) 27/10/24 10:30 17058233
BANYUWANGI, KOMPAS.com - PT Bumi Suksesindo (BSI), perusahaan tambang emas yang beroperasi di kawasan Tambang Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, saat ini sedang mempersiapkan transisi dari proyek pertambangan emas secara open pit (permukaan) ke pertambangan underground mining (pertambangan bawah tanah) yang menyasar tembaga.
General Manager Operation sekaligus Kepala Teknik Tambang PT BSI, Roelly Fransza mengatakan, pihaknya menargetkan operasional tambang bawah tanah bisa direalisasikan setelah masa operasional tambang permukaan berakhir pada 2029.
Namun, menurutnya tak menutup kemungkinan operasional tambang bawah tanah bisa lebih cepat.
"Ya, kira-kira mungkin nanti after tambang bawah tanah itu akan mulai setelah tambang permukaannya berakhir ya," ujar Roelly saat dijumpai di kawasan pertambangan Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (25/10/2024).
"Ya, kalau bisa lebih cepat, kenapa enggak ? ini pemasukan buat negara kan tentunya ya," lanjutnya.
Roelly pun menyebutkan, sebenarnya pertambangan permukaan dan bawah tanah di kawasan Tujuh Bukit bisa berjalan secara bersamaan.
Kondisi semacam itu menurutnya wajar terjadi di dunia pertambangan.
Meski demikian, Roelly menegaskan saat ini persiapan untuk tambang bawah tanah masih dalam bentuk studi yang sedang berjalan.
PT BSI menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melakukan studi dan persiapan operasional tambang bawah tanah.
"Tentu kita sangat berhati-hati di sini, dalam melakukan studi, dalam cara pengoperasian kita, khususnya apalagi tambang bawah tanah ya. Jadi studinya masih berjalan, dan tentu ini bagian dari transisi nanti dari open pit menjadi tambang bawah tanah," ungkap Roelly.
Dalam penjelasannya, Roelly mengungkapkan jika umur operasional tambang Tujuh Bukit masih sampai 2029.
Operasional Tambang Tujuh Bukit sendiri menerapkan prinsip tambang tumbuh.
Sebab dalam proses operasionalnya, PT BSI menemukan cadangan mineral baru selain emas dan perak di Tujuh Bukit, yakni tembaga.
"Kenapa saya bilang tambang tumbuh ? beda waktu kita di Freeport (Papua) atau di Batu Hijau (NTB) yang sudah life of mining jelas ya 25 tahun, 45 tahun seperti itu. Kalau kita di sini pertama kali feasible study hanya sampai tahun 2022. 2022 sudah harus pasca tambang," ungkap Roelly.
"Terus kita temukan lagi cadangan-cadangan baru panjang sampai 2026. Alhamdulillah sekarang panjang lagi sampai 2029 di luar tembaga. Jadi hanya untuk emasnya aja umur tambang kita akan sampai ke tahun 2029," tuturnya .
Adapun kapasitas produksi emas dari tambang Tujuh Bukit sekitar 100.000 sampai 120.000 ounces per tahunnya.
Roelly menyebut, hingga 2029 mendatang pihaknya berupaya mencapai target produksi tersebut setiap tahunnya.
Seluruh emas yang dihasilkan dari Tambang Tujuh Bukit dijual melalui perusahaan BUMN, PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dalam bentuk bullion (emas batangan).
"Jadi aturan mainnya adalah dari sini, bullion yang kita cetak itu, kita kirim ke Antam, dicap sama Antam, jadi emasnya jadi milik negara ya seperti ini kira-kira,"
Sebagai informasi, Tambang Emas Tujuh Bukit mulai menambang biji emas pertama sejak 2016 dan menghasilkan emas perdana pada 2017.
Tambang ini berada di kawasan hutan produksi Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Tambang emas Tujuh Bukit diperkirakan akan beroperasi hingga 2029 dan bisa dilanjutkan dengan tambang tembaga bawah tanah.