Capai Pertumbuhan 8%, Pemerintah Harus Maksimalkan Sektor Pariwisata

Capai Pertumbuhan 8%, Pemerintah Harus Maksimalkan Sektor Pariwisata

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8%, pemerintah perlu mendorong pengembangan sektor pariwisata secara maksimal dan berkelanjutan. - Halaman all

(InvestorID) 28/10/24 08:45 17091804

JAKARTA, investor.id – Pariwisata dipercaya memiliki dampak yang sangat besar pada perekonomian nasional. Apalagi, Indonesia memiliki potensi wisata alam yang sangat banyak dan beragam, sehingga mampu menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Data tahun 2022 sektor pariwisata telah mampu menghasilkan PDB pariwisata sebesar 4,3% atau Rp 842.303,16 miliar, devisa pariwisata sebesar US$ 4.260 juta, dan menyerap tenaga kerja pariwisata 21,26 juta orang di tahun 2021.

Berdasarkan laporan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), kunjungan wisatawan mancanegara baru berhasil 10,41 juta per November 2023. Walaupun target Kemenparekraf hanya 8,5 juta orang.

Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono menyatakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8%, pemerintah perlu mendorong pengembangan sektor pariwisata secara maksimal dan berkelanjutan.

“Kita jangan puas sama data, itu kan bisa benar, bisa juga tidak. Dengan target pertumbuhan ekonomi 7-8%, ya kita terus kerja keras, itu pesan Pak Prabowo. Kita harus melihat sektor apa yang bisa mendukung pertumbuhan, yang ditargetkan pada tahun 2025 itu adalah 8%,” kata Bambang Haryo kepada sejumlah media dikutip Senin (28/10/2024).

Salah satu yang bisa dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi itu, menurutnya, adalah industri pariwisata. Karena industri pariwisata memiliki dampak multiplayer-effect economy yang pasti ke sektor lainnya, seperti sektor manufaktur, UMKM dan sektor jasa. Jika sektor-sektor tersebut bertumbuh, maka dipastikan akan terbuka lapangan pekerjaan yang sangat besar, dan bisa mendorong ekonomi meningkat secara tajam. Belum lagi ditambahkan aspek pemasukan pajak negara.

Menurut pria yang akrab disapa BHS ini, pariwisata di Tanah Air masih kurang dimaksimalkan, pada hal Indonesia memiliki wisata alam dan budaya yang sangat berlimpah dan beberapa tidak dimiliki oleh negara lain. Misalnya wisata alam dengan 127 gunung yang aktif, maupun 500 tidak aktif. Baik pegunungan-pegunungan yang memanjang di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, menghasilkan ribuan air terjun serta arum jeram dan sungai.

“Juga di sepanjang pantai kita yang panjangnya 81.290 km, 40 persennya bisa dipakai untuk wisata pantai dan laut, seperti snorkelling dan diving. Ini tidak dimiliki oleh banyak negara termasuk Prancis dan Thailand sebagai contoh,” urainya.

BHS menyatakan banyak negara yang hanya mengandalkan wisata budaya dan minim wisata alam, ternyata mampu menarik wisatawan asing.

“Mereka hanya punya wisata budaya saja yang diandalkan di negara tersebut. Sedangkan wisata alamnya sangat minim. Tetapi Prancis pernah mencapai 200 juta turis asing per tahun, dengan rata-rata waktu tinggal (spending time) 6.4 malam. Demikian juga Thailand, wisata alamnya sangat minim, lebih banyak wisata budayanya yang dieksplor secara maksimal,” imbuhnya.

Sehingga hal tersebut mampu mendatangkan turis internasional sebanyak 39 juta dengan spending time 9 malam dan bahkan masih mendorong Domestic Trip sebanyak 205 juta orang per tahun. Selain turis mengeksplor wisata budayanya, Thailand juga memberikan Visa Free Expansion kepada 93 negara selama 60 hari. Dan bahkan memberikan subsidi 50% tarif kamar untuk domestik. Sehingga diharapkan ekonomi dari pariwisata naik tajam baik internasional maupun domestik.

“Padahal wisata budaya kedua negara tersebut jumlahnya jauh lebih kecil dari potensi wisata budaya yang ada di Indonesia. Sebagai contoh Thailand hanya memiliki 4 kerajaan. Dan Prancis hanya memiliki 1 kerajaan. Sedangkan Indonesia memiliki 278 kerajaan di 80 tahun silam, dan 1.340 suku bangsa, yang menjadi sumber potensi wisata budaya di Indonesia,” terangnya.

BHS menjelaskan, seharusnya target perolehan turis wisata internasional di Indonesia, jauh lebih tinggi dari yang didapat oleh Thailand dan bahkan Prancis. Tetapi saat ini, turis mancanegara yang datang ke Indonesia hanya berkisar 10-15 juta orang per tahun, dengan lama tinggal 7 malam.

“Bayangkan bila turis internasional yang hadir di Indonesia sama atau di atas Thailand, maka kita bisa mendapatkan peningkatan di atas 3 kali lipat dari devisa pariwisata yang saat ini sekitar US$ 14 miliar atau Rp 217 trilliun. Sehingga devisa pariwisata kita bisa didapat lebih dari Rp 1.000 triliun, kalau kita benar-benar memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di Indonesia,” kata Bambang Haryo.

Ia menegaskan sudah seharusnya Kemenparekraf segera membangun sumber daya manusia yang handal, untuk mendukung pariwisata mulai dari, supir taksi, pemandu wisata, pelaku usaha UMKM, dan yang lain lain, untuk dibina dan dilatih agar bisa memberikan informasi dan pelayanan kepada wisatawan internasional dan domestik tentang semua potensi pariwisata yang ada di wilayahnya masing masing. Juga secara terus menerus menggali potensi wisata budaya dan alam, serta mempertahankan kondisi wisata budaya dan alam yang ada saat ini.

“Agar spot wisata bisa dinikmati oleh wisatawan internasional termasuk domestik. Dan juga terus menerus mendorong tumbuhnya infrastruktur, baik jalan, rel, pelabuhan serta transportasi darat, laut, udara, serta kereta api untuk mendukung pariwisata nasional kita. Dan juga sektor keamanan yang saat ini sering dikeluhkan oleh wisatawan, tentang tidak amannya mereka berwisata di Indonesia. Pemerintah harus bisa menjamin keamanan secara maksimal, sehingga wisatawan asing maupun domestik bisa merasa nyaman dan aman pada saat berwisata di Indonesia,” pungkas Bambang Haryo.

Editor: Heru Febrianto (Heru.Djaafar@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #industri-pariwisata #dpr-ri #target-pertumbuhan-ekonomi-8 #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/378146/capai-pertumbuhan-8-pemerintah-harus-maksimalkan-sektor-pariwisata