KPK Kumpulkan Eks Pimpinan, Beri Masukan Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo
Diundang KPK, eks pimpinan KPK beri masukan untuk penguatan peran KPK dalam pemberantasan korupsi di era pemerintahan Prabowo Subianto - Halaman all
(InvestorID) 28/10/24 16:48 17108931
JAKARTA, investor.id - Sejumlah eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/10/2024). Kedatangan mereka kali ini untuk membahas bersama pimpinan saat ini soal penguatan KPK di waktu mendatang.
Eks Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menuturkan, hari ini ada undangan seluruh angkatan KPK dari yang pertama sampai angkatan dia. Karena KPK periode sekarang akan selesai bertugas, sehingga mengumpulkan eks KPK untuk kebutuhan periode selanjutnya.
“Jadi kita ini dalam rangka masukan-masukan penguatan ya bagaimana penguatan KPK masa depan,” kata Basaria Panjaitan saat dijumpai usai pertemuan.
Diungkapkan Basaria, pertemuan tersebut diikuti oleh pimpinan KPK saat ini yaitu Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango hingga komisioner KPK, Alexander Marwata dan Nurul Ghufron.
Basaria menyampaikan pertemuan ini turut membahas soal masukan apa saja yang dapat disampaikan KPK ke pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dia menekankan, KPK harus siap mendukung komitmen Prabowo dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Kita memberikan masukan kepada KPK berikutnya nanti. Mereka harus semakin kuat, semakin kompak, harus mendukung statement dari presiden kita Pak Prabowo yang menyatakan berantas korupsi sampai ke mana pun akan dikejar. Jadi mereka harus siap dengan itu. Kira-kira secara garis besar itu yang kita masukan,” ujar Basaria.
Dalam kesempatan yang sama, eks Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengungkapkan ketika pertemuan tersebut, dia menegaskan pentingnya Prabowo menaruh atensi terhadap indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia. Dia pun mengaku masih optimistis atas upaya pemberantasan korupsi di Indonesia untuk waktu mendatang.
“Prabowo harus tegas mau indeks persepsi korupsi berapa ketika dia berakhir memerintah Indonesia, tadi saya menyampaikan itu. Jadi kalau sekarang indeks persepsi korupsi Indonesia 34 sangat kompleks, kira-kira Pak Prabowo ini mau enggak 60 atau 50 di atas Malaysia, indeks persepsi korupsi. Jadi KPI-nya harus jelas, key performance indicators-nya gitu. Itu yang saya sampaikan,” ucap Saut.
Saut juga meyakini, akan ada gaya pemberantasan korupsi yang berbeda dalam pemerintahan kali ini. Dia berharap perbedaan gaya tersebut dapat menyelesaikan permasalahan korupsi yang sudah berlangsung lama.
“Ada style yang berbeda. Pasti akan ada style yang berbeda, strategi berbeda, mungkin strukturnya juga berbeda karena nilai yang di kepala beliau untuk berantas korupsi pasti beda juga dengan 10 yang terakhir. Udah jelas kok, statement-nya jelas,” tutur Saut.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #kpk #indeks-persepsi-korupsi #prabowo-subianto #pemberantasan-korupsi-era-prabowo #basaria-panjaitan #saut-situmorang #berita-ekonomi-terkini