Untuk Mencapai Target Swasembada Energi, Ini yang Perlu Dilakukan Pemerintahan Prabowo
Menurut pengamat ekonomi energi UGM, Indonesia tidak memiliki teknologi untuk mengolah sumber daya energi menjadi EBT.
(Kompas.com) 28/10/24 20:00 17114567
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto menargetkan bisa swasembada energi dalam empat hingga lima tahun ke depan.
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengungkapkan sejumlah saran agar Indonesia bisa mencapai swasembada energi.
Masalahnya, saat ini, kata Fahmy, Indonesia tidak memiliki teknologi untuk mengolah sumber daya energi menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT).
“Pertamina sudah mengusahakan biodiesel, yang merupakan percampuran solar dengan minyak sawit. Dimulai dengan B-20 meningkat ke B-35, naik menjadi B-40. Lalu itu berhenti, karena Eni, partner usaha dari Italia, menghentikan kerja sama dengan Pertamina,” kata Fahmy dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (28/10/2024).
Fahmy menyebutkan, program EBT berbasis sawit juga berpotensi bertabrakan dengan program pangan untuk menghasilkan minyak goreng.
“Demikian dengan program gasifikasi yang mengolah batu bara menjadi gas, juga mengalami kegagalan setelah Air Product, partner usaha dari Amerika Serikat hengkang dari Indonesia. Alasannya, gasifikasi dinilai tidak mencapai keekonomian lantaran harga pasar batu bara berfluktuasi,” ujar Fahmy.
Fahmy pun menyarankan dua hal yang harus dilakukan pemerintah agar mencapai swasembada energi.
Pertama, pemerintah bisa menarik investor asing pemilik teknologi untuk bekerja sama dengan perusahaan energi dan BUMN dalam negeri.
“Strategi kedua adalah mengembangkan riset di dalam negeri dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan universitas-universitas Indonesia untuk menghasilkan teknologi yang dibutuhkan,” kata Fahmy.
Upaya itu, lanjut Fahmy, dibutuhkan komitmen jangka panjang karena riset membutuhkan waktu yang lama dan biaya besar.
“Komitmen Prabowo untuk mencapai swasembada energi harus ditindaklanjuti oleh menteri-menteri Kabinet Merah Putih secara konsisten dan berkelanjutan,” ucap Fahmy.
Dalam pidato perdananya sebagai presiden, Prabowo telah menyampaikan sejumlah cita-cita penting, di antaranya swasembada pangan dan energi.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidato pada Sidang Paripurna MPR dengan agenda Pelantikan Presiden-Wakil Presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2024).
Prabowo menyampaikan pentingnya mencapai swasembada pangan dan energi.
“Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” kata Prabowo, dikutip dari Kompas.id.