Etanol Tanpa Cukai Bertujuan Menarik Dunia Usaha
Bebas cukai bagi etanol khusus untuk BBN bisa menarik dunia usaha mengembangkan bioetanol. - Halaman all
(InvestorID) 28/10/24 22:42 17121039
JAKARTA, Investor.id - Rencana bebas cukai bagi etanol khusus untuk bahan bakar nabati (BBN) dinilai merupakan upaya pemerintah mendorong pengembangan bioetanol. Ini bisa menekan perbedaan harga antara bioetanol dan bensin agar lebih menarik bagi dunia usaha.
Demikian disampaikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Abadi Poernomo. ”Sekarang harga bioetanol sekitar Rp 14 ribuan per liter. Makanya persoalan cukai harus diselesaikan. Dengan demikian, diharapkan mampu merangkul produsen etanol, termasuk pabrik gula agar mau mengutamakan kepentingan dalam negeri yaitu bioetanol,” kata Abadi di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Menurut Abadi, pelaku usaha selama ini tidak mau mengembangkan bioetanol karena cukai untuk etanol sekitar Rp 20 ribu per liter dinilai terlalu mahal. Selama ini, pengenaan cukai ke etanol karena produk ini dijadikan campuran minuman beralkohol.
Makanya, dia menyatakan, jika penerapan cukai juga diberlakukan bagi etanol yang akan dijadikan BBN, tentu sangat memberatkan pelaku usaha yang mendapat tugas mengembangkan bioetanol.
Padahal, lanjut Abadi, berdasarkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kebijakan Energi Nasional yang segera ditetapkan menjadi PP, pelaku usaha tidak boleh menaikkan harga jual bioetanol saat dipasarkan ke masyarakat.
“Jadi harganya sama. Kalau bioetanol dimasukkan dan dicampurkan ke BBM tersebut, harga jual tetap sama, misalnya Rp 12 ribuan per liter,” kata dia.
Penghapusan cukai tersebut, kata dia, diharapkan berdampak positif dalam upaya mendorong bioetanol sebagai BBN. Sebab, pengembangan bioetanol diharapkan bisa mendukung target net zero emission (NZE) paling lambat 2026 dan juga mengurangi impor BBM.
”Kalau kita lihat pencapaian energi baru terbarukan, harusnya setelah 2025 sudah mencapai 23%. Tetapi, sampai saat ini masih 13-14%. Bagaimana agar pencapaian energi baru terbarukan terus maju? Digalakkanlah penggunaan bioetanol,” kata Abadi.
Abadi melanjutkan, dengan mencampur 5% etanol di BBM, misalnya, akan mengurangi impor sekitar 5%. Nilai impor BBM yang dikurangi lumayan besar, tetapi harga per liter bioetanol tidak terlalu mahal sehingga konsumen tidak akan terbebani.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan etanol yang digunakan untuk keperluan bahan bakar tidak akan dikenakan cukai. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, kepastian ini didapatkan setelah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Jika etanol digunakan untuk fuel, sudah jelas tidak tanpa cukai,” kata Eniya.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #etanol-bebas-cukai #pengembangan-bioetanol #bbn #menarik-dunia-usaha #abadi-poernomo #den #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/378241/etanol-tanpa-cukai-bertujuan-menarik-dunia-usaha