Dongkrak Jumlah Petani Milenial, Ini Langkah Kementan
Wamentan Sudaryono mengatakan, jumlah petani di Indonesia saat ini didominasi generasi tua. Halaman all
(Kompas.com) 29/10/24 05:10 17132944
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkap sejumlah program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan jumlah petanimilenial di Indonesia.
Sudaryono mengatakan, jumlah petani di Indonesia saat ini didominasi generasi tua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 38,02 persen petani adalah generasi baby boomers yang berusia 41-56 tahun. Sementara untuk petani muda hanya mencapai 21,93 persen atau sekitar 6,2 juta orang.
"Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Pertanian mendorong pertumbuhan petani muda melalui program Duta PetaniMilenial (DPM) sebanyak 2,5 juta hingga tahun 2024,” kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2024).
Program lainnya adalah Duta Petani Andalan (DPA), Penerapan Digitalisasi Pertanian (PDP), Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), dan Program Petani Magang ke luar negeri.
Sudaryono mengatakan, program-program tersebut juga bertujuan memulihkan perekonomian masyarakat pertanian, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta meningkatkan produksi pangan dan peternakan.
Adapun berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 4 Tahun 2019, petani milenial adalah mereka yang berusia 19 hingga 39 tahun dan adaptif terhadap teknologi digital.
Sudaryono pun mengajak generasi milenial aktif menciptakan solusi inovatif di sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia mengatakan bahwa generasi milenial memiliki potensi besar dalam membawa perubahan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kita hidup di era di mana teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Saya mengajak milenial untuk terlibat dalam berbagai program dan inisiatif yang mendukung ketahanan pangan nasional,” tutur Sudaryono.
Sudaryono juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan generasi muda.
Menurut dia, sektor pertanian tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga inovasi dalam pengelolaan sumber daya, pemasaran, dan distribusi produk.
“Kita perlu menciptakan platform digital yang dapat memfasilitasi interaksi antara petani dan konsumen, serta mendukung usaha kecil dan menengah di bidang pertanian,” kata Sudaryono.