Perluas Pasar di Amerika Latin, Indonesia Kembali Rundingkan IP-CEPA dengan Peru
Indonesia dan Peru membuka Perundingan Putaran Keempat Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA). Halaman all
(Kompas.com) 29/10/24 13:57 17163907
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Peru membuka Perundingan Putaran Keempat Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Perundingan Putaran Keempat IP-CEPA yang rencananya bakal berlangsung hingga Jumat (1/11/2024) itu berfokus pada finalisasi teks dan penyelesaian isu kerja sama.
Direktur Perundingan Bilateral sekaligus Ketua Tim Perunding Indonesia, Johni Martha mengatakan bahwa IP–CEPA merupakan langkah maju bagi Indonesia dalam memperluas pasar di Amerika Latin.
SHUTTERSTOCK/JASEN WRIGHT Ilustrasi manufaktur.“Sehingga diharapkan dapat memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” kata Johni dalam siaran pers Kementerian Perdagangan, Selasa (29/10/2024).
Perundingan putaran keempat itu diharapkan dapat menyelesaikan seluruh substansi perjanjian sesuai target yang telah disepakati.
Delegasi Peru yang dipimpin oleh Direktur Asia, Oseania, dan Afrika Kementerian Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru, Gerardo Meza menyampaikan bahwa IP–CEPA diharapkan dapat meningkatkan hubungan dagang yang lebih erat dengan Indonesia.
Sebagai informasi, potensi perdagangan antara Indonesia dan Peru sangat besar. Dengan populasi sekitar 34 juta jiwa dan produk domestik bruto sebesar 239,3 miliar dollar AS pada 2023, Peru menawarkan pasar yang sangat menjanjikan bagi Indonesia.
Sebelumnya, perundingan putaran ketiga IP-CEPA berlangsung di Jakarta pada 17-20 September 2024.
Johni Martha menuturkan, RI-Peru berkomitmen mempercepat negosiasi kesepakatan substansial IP-CEPA. Rencananya, kesepakatan substansial perjanjian itu akan diumumkan pemimpin kedua negara dalam Pekan Pemimpin Ekonomi APEC (AELW) di Peru pada November 2024.
“Kami berkomitmen menyelesaikan perundingan IP-CEPA ini dengan sebaik-baiknya. Melalui IP-CEPA nanti, Indonesia memiliki peluang emas memperluas pasar ke Amerika Latin, terutama untuk produk manufaktur dan pertanian,” tutur Johni, 18 September 2024, dikutip dari Kompas.id.
Johni menjelaskan, beberapa poin penting perundingan IP-CEPA adalah akses pasar, aturan teknis, keamanan pangan, dan pengurangan hambatan nontarif.
#hubungan-dagang #peru #kementerian-perdagangan #amerika-latin