Menteri Maruarar Sirait Berencana Gunakan Tanah Sitaan untuk Bangun Perumahan Rakyat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berencana menggunakan tanah sitaan dari koruptor untuk bangun perumahan rakyat.
(Bisnis Tempo) 29/10/24 18:30 17170897
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan akan bertemu dengan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP Muhammad Yusuf Ateh pada Kamis, 31 Agustus 2024. Pertemuan tersebut membahas soal legalitas tanah untuk membangun program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pria yang kerap disapa Ara ini bermaksud untuk memanfaatkan tanah-tanah sitaan dari koruptor yang saat ini dipegang oleh Kejaksaan Agung maupun KPK. Menurutnya, hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk perumahan guru, personel TNI-Polri berpangkat dan bergaji rendah dan ASN yang bergaji rendah yang belum memiliki rumah.
"Kalau Pak Jokowi kemarin di mana-mana bagi sertifikat tanah, saya mau Pak Presiden Prabowo Subianto bagi-bagi rumah. Caranya gitu, tanah-tanah sitaan dari koruptor dikembalikan buat rakyat. Tapi itu diagunkan, jaminannya adalah tanahnya, dan juga kalau dia personel TNI-Polri, pegawai ASN, dia punya slip gaji, kita kasih (tenor) 20 tahun atau 30 tahun sehingga cicilannya tidak mahal," ujarnya dalam acara Diskusi Program Tiga Juta Rumah yang diadakan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin, 28 Oktober 2024.
Selanjutnya, pertemuan Ara dengan Ateh ini juga bertujuan agar tanah sitaan tersebut dapat menjadi pembahasan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Sehingga menurutnya dapat disetujui dan dilegalkan sebelum dibangun menjadi rumah.
"Saya sudah bicara dengan Kepala BPKP supaya aman. Karena ini nggak menggunakan uang negara, tanahnya dari swasta, yang bangun swasta. Dan diserahkan nanti kita lihat bagaimana kepada rakyat," katanya saat ditemui sebelum melakukan rapat kerja bersama Komisi V DPR RI dalam rangka perkenalan dan penjelasan tugas pokok dan fungsi masing-masing kementerian/lembaga pada Selasa, 29 Oktober 2024.
Selain itu, Ara juga ingin melakukan efisiensi pengeluaran anggaran di kementeriannya untuk realisasi program 3 juta rumah. Salah satunya dengan menawarkan sistem belanja yang terpusat. Jadi kementeriannya langsung memesan bahan baku, khususnya untuk pembuatan rumah, langsung ke pabriknya, baik itu pabrik semen, besi, dan lain sebagainya.
"Kalau kita deal sama pabrik semen dan minta diskon Akan murah harga jual untuk rakyat karena biaya-biaya untuk materialnya akan turun. Saya mau minta Pak Ateh kepala BPKP untuk mengizinkan itu. Jadi kita bukan hanya mengamankan uang negara tapi juga membuat efisien uang negara," imbuh Ara.
Sebagai informasi, dana untuk membangun rumah di tahun 2024 hanya sebesar Rp 5,07 triliun. Menurutnya, angka tersebut merupakan dana yang kecil untuk membangun program 3 juta rumah. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, anggaran untuk perumahan sebanyak Rp 14,681 triliun. Menurut Ara, dengan anggaran tersebut, realisasi pembangunan perumahan hanya sekitar 200 ribuan unit.
#maruarar-sirait #perumahan #prabowo #koruptor #bpkp #muhammad-yusuf-ateh