Potensi Saham BCA (BBCA) setelah Kinerja sesuai Ekspektasi
BCA (BBCA) atau Bank Central Asia mencatatkan kinerja yang sesuai ekspektasi. Lantas, bagaimana potensi selanjutnya saham BBCA? - Halaman all
(InvestorID) 29/10/24 15:02 17173916
JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melaporkan kinerja kuartal III-2024 yang secara umum sesuai ekspektasi RHB Sekuritas dan konsensus. BCA pun menaikkan proyeksi pertumbuhan kredit 2024 menjadi 10-12% dari sebelumnya 8-10%.
Pada kuartal III-2024, BCA membukukan laba bersih Rp 14,2 triliun, tumbuh 1% qoq atau meningkat 16% yoy. Alhasil, PATMI (profit after tax & minority interest) BCA sepanjang Januari-September 2024 mencapai Rp 41 triliun, naik 13% yoy.
“Pencapaian itu sekitar 77-76% dari target setahun penuh kami dan konsensus,” tulis analis RHB Sekuritas, David Chong dan Andrey Wijaya dalam risetnya.
Di level bank, return onequity (ROE) BCA sepanjang Januari-September 2024 mencapai 24,7% dibandingkan 2023 yang sebesar 23,5%. Rasio kecukupan modal tetap kuat mencapai 29,3% dibandingkan semester I-2024 yang sebesar 27,8%.
Kemudian, pre-provisioning operating profit (PPOP) emiten berkode saham BBCA tersebut pada kuartal III-2024 tumbuh 6% qoq atau meningkat 21% yoy – dengan kinerja kuat di NII (+5% qoq atau +10% yoy) dan non-II (+9% qoq atau +8% yoy). Hal itu sedikit terimbangi oleh peningkatan opex sebesar 7% qoq, namun secara tahunan (yoy) turun 4%.
Dengan cost to income ratio (CIR) sebesar 30,4%, BBCA tetap mempertahankan panduan tahun ini sebesar 33-34%, yang sebagian besar karena biaya investasi IT akan mulai terasa pada kuartal IV-2024.
“Netinterestmargin (NIM) terus meningkat sebesar 10 bps qoq atau naik 30 bps yoy berkat volume kredit dan komposisi aset yang lebih baik,” jelas David dan Andrey.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Lebih lanjut, RHB Sekuritas menilai bahwa pertumbuhan kredit pada kuartal III tetap kuat sebesar 3,2% qoq atau 14,5% yoy. Semua segmen mencatat pertumbuhan kredit dua digit (yoy), dengan kenaikan tingkat pemanfaatan fasilitas kredit di segmen korporasi dan pertumbuhan kredit UKM yang lebih tinggi di luar Jawa.
Secara year to date (ytd), pertumbuhan kredit BCA (BBCA) mencapai 8,2%. BBCA menaikkan target setahun penuh menjadi 10-12%. Perseroan menargetkan lebih banyak permintaan kredit konsumen pada kuartal IV, setelah putaran kedua acara Expoversary yang dimulai pada September.
Dengan berbagai faktor tersebut, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 12.060. Target harga itu mencakup 4% premium ESG, didasari pada P/BV sebesar 5 kali dari GGM.
“Kami perkirakan pasar akan mengalami periode volatilitas dan BCA (BBCA) dapat menjadi pilihan defensif bagi investor berkat basis deposito yang kuat dan solidnya kualitas kreditur,” pungkas David dan Andrey.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bbca #bca #saham-bbca #kredit-bca #bank-central-asia #laba-bca #rekomendasi-saham #rhb #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378299/potensi-saham-bca-bbca-setelah-kinerja-sesuai-ekspektasi