Mengenal Bioavtur, Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Halaman all

Mengenal Bioavtur, Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Halaman all

Bioavtur menjadi solusi pontensial untuk mengurangi jejak karbon di sektor penerbangan. Kenali apa itu Bioavtur, keunggulan, hingga produksinya. Halaman all

(Kompas.com) 29/10/24 22:35 17176103

KOMPAS.com - Semakin meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim yang terjadi, Bioavtur atau disebut sebagai Green Avtur muncul sebagai solusi potensial untuk mengurangi jejak karbon di sektor penerbangan.

Sebagai perusahaan energi nasional, PT Pertamina (Persero) memainkan peran penting dalam transisi energi hijau ramah lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan adanya inovasi produk energi hijau salah satunya Bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Bioavtur menawarkan alternatif menjanjikan sebagai bahan bakar pesawat terbang, yang diharapkan dapat menjadi solusi utama dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

Tidak hanya memanfaatkan sumber daya biomassa terbarukan, Bioavtur juga mendukung pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Apa itu Bioavtur?

Dilansir dari laman resmi Pertamina, Pertamina SAF atau Bioavtur adalah bahan bakar ramah lingkungan yang menggunakan campuran komponen minyak sawit dalam formulanya. Bioavtur merupakan bahan bakar pesawat yang dibuat dari campuran avtur dan kelapa sawit 2,4 persen.

Proses produksinya melibatkan konversi bahan baku menjadi molekul bahan bakar yang mirip dengan avtur konvensional, sehingga bisa digunakan dalam mesin pesawat tanpa modifikasi besar.

Bioavtur dibuat dari bahan baku minyak inti kelapa sawit, yang telah melalui proses refined, bleached, and deodorized (RBD). Aspek pemanfaatan komponen minyak sawit dapat mendorong perkembangan industri dan ekonomi di dalam negeri.

Keunggulan Bioavtur

Dikutip dari laman resmi Pertamina, avtur ramah lingkungan memiliki keunggulan utama pada pengurangan emisi karbon. Bioavtur bisa mengurangi emisi karbon hingga 80 persen dibandingkan avtur konvensional.

Hal ini tentunya membantu mengurangi dampak lingkungan industri penerbangan, yang menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca.

Sejauh ini, produk Bioavtur diproduksi di kilang minyak PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Proyek Strategis Nasional (PSN) Green Refinery Cilacap termasuk program unggulan energi transisi, dalam mewujudkan target pemerintah untuk bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 23 persen pada tahun 2024.

"Proyek green refinery ini akan berdampak positif mendukung program bauran energi pemerintah, serta tercapainya pengurangan emisi menuju Net Zero Emmision," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso dalam keterangan resmi pada 10 Juli 2024.

Dok. Pertamina Patra Niaga Pertamina Patra Niaga menyalurkan produk bahan bakar bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke maskapai nasional Citilink.Perjalanan produksi Bioavtur

Pertamina RU IV Cilacap resmi melakukan uji coba produksi Biavtur atau Green Avtur pada akhir Desember 2020.

Uji coba dilakukan untuk memastikan kualitas Bioavtur, dengan co-processing injeksi 3 persen minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses, sehingga hilang getah, impurities, dan baunya.

Pada 27 Oktober 2023, Garuda Indonesia melayani penerbangan komersil perdana memakai bahan bakar ramah lingkungan Green Avtur, dengan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Adi Soemarmo Solo, dan kembali ke Jakarta.

Dalam konteks pengembangan Bioavtur di Tanah Air, inisiasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) telah dimulai sejak tahun 2010 melalui Research and Technology Innovation Pertamina, dengan riset pengembangan produk dan katalis.

Pada tahun 2021, PT Kilang Pertamina Internasional berhasil memproduksi SAF J2.4 di kilang RU IV Cilacap dengan teknologi minyak inti sawit yang telah mengalami proses pengolahan pemucatan, penghilangan asam lemak bebas dan bau, berkapasitas 1.350 kiloliter (KL) per hari.

Rangkaian uji coba produk SAF dimulai dari cell test di fasilitas milik Garuda Maintenance Facility (GMF), ground run, flight test pada pesawat militer CN-235 milik PT Dirgantara Indonesia.

Selanjutnya, pada 4 Oktober 2023, produk SAF diujicobakan ke pesawat komersial Boeing 737-800 NG milik PT Garuda Indonesia dan terakhir terhadap pesawat Boeing PK GFX Seri 727-800.

Dari serangkaian uji coba yang telah dilakukan, menunjukkan performa SAF J2.4 memiliki kualitas yang sama dengan avtur konvensional.

Sementara itu, dalam acara Bali International Airshow 2024 di Bandara Ngurah Rai, Pertamina Patra Niaga menyalurkan SAF kepada maskapai komersial nasional Citilink.

Pada tahap awal, Citilink telah berhasil melakukan uplifting SAF sebesar 30 KL untuk empat hari kegiatan selama perhelatan Bali International Airshow 2024.

Pencapaian tersebut menunjukkan potensi SAF sebagai bahan bakar alternatif lebih ramah lingkungan untuk dunia aviasi ke depan.

Dok.Pertamina Helikopter Bell 407 terlihat menjadi armada pertama di Indonesia yang menggunakan SAF pada perhelatan Bali International Airshow 2024 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (19/9/2024). Dekarbonisasi penerbangan nasional

Pertamina terus mengembangkan bisnis energi hijau dengan terus membangun kerjasama dengan pihak lain, salah satunya Airbus. Kerjasama dilakukan untuk menjajaki peluang pengembangan ekosistem bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Tanah Air.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di acara Bali International Air Show 2024 pada 18 September 2024 di Ngurah Rai International Airport, Bali.

Penandatanganan diwakili oleh Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Salyadi Saputra dan Presiden Airbus Asia Pasifik Anand Stanley.

Pertamina dan Airbus akan berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan dalam negeri dan berbagai pengetahuan di bidang infrastruktur dan proses pencampuran Bioavtur, penanganan sertifikasi, hingga hal teknis lainnya di bandara.

Akan dilakukan pemetaan bahan baku dan pemeriksaan kebutuhan logistik, serta peluang pengembangan komersialnya.

Hasil studi akan mendukung pengembangan dan produksi SAF dalam negeri sesuai dengan ICAO-CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) dan RED-EU (Renewable Energy Directive-European Union).

Ditegaskan bahwa Pertamina SAF atau Green Avtur telah memenuhi berbagai standar internasional, termasuk sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) untuk program CORSIA dan RED-UE.

Green Avtur atau Bioavtur juga telah dipastikan keamanannya, memenuhi standar yang ditetapkan American Society of Testing and Materials (ASTM), serta terdaftar sebagai Corsia Eligible Fuel (CEF) oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

Bioavtur menjadi langkah positif menuju penerbangan berkelanjutan yang mampu mengurangi emisi karbon dari bahan bakar fosil.

"Pertamina SAF merupakan campuran dari bahan baku terbarukan yaitu Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah," tutur Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan pada 20 September 2024.

Untuk diketahui, Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu pasar yang memiliki pertumbuhan tertinggi di dunia pada sektor industri penerbangan.

Diperkirakan peningkatan lalu lintas penumpang sekitar 7,4 persen per tahun. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan global yaitu sebesar 3,6 persen.

Selain itu, terdapat potensi besar sebagai sumber bahan baku SAF yang menjanjikan, seperti minyak goreng bekas, residu pertanian, dan sampah kota.

Pertamina akan terus berproses dan mengembangkan kilang menjadi green refinery untuk mendukung optimalisasi produksi SAF. Pengembangan SAF menjadi salah satu upaya transisi energi, sekaligus mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

"Harapannya ke depan SAF akan semakin diminati dan tentunya akan memberikan dampak baik pengurangan emisi karbon di industri aviasi baik Indonesia dan global," pungkas Fadjar.

#pertamina #bioavtur #bioavtur-pertamina #apa-itu-bioavtur #green-avtur #sustainable-aviation-fuel-saf-pertamina #keunggulan-bioavtur

https://money.kompas.com/read/2024/10/29/223518526/mengenal-bioavtur-bahan-bakar-penerbangan-ramah-lingkungan?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner