Lepas dari FCA, Saham Langsung ARA, Hampir ke Rp 5.000
Saham Fortune Indonesia (FORU) resmi lepas dar FCA. Saham FORU langsung ARA. - Halaman all
(InvestorID) 30/10/24 09:28 17215322
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA) efektif pada 30 Oktober 2024 ini.
Saham FORU kembali dicatatkan di papan pengembangan. Di mana sebelumnya FORU memenuhi kriteria 6 papan pemantauan khusus, yakni tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait saham free float).
Saham Fortune Indonesia pun langsung melesat 24,87% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 4.870 (hampir sentuh Rp 5.000) pada awal sesi I perdagangan 30 Oktober, usai lepas dari FCA. Level tersebut juga merupakan level tertinggi FORU sepanjang tercatat di BEI.
Sebelumnya sejak perdagangan 24-29 Oktober 2024 saham FORU selalu ARA di papan pemantauan khusus FCA. Dalam periode year to date (ytd) FORU meroket 3.507%.
Adapun pengendali FORU, yakni IMR Asia Holding Pte Ltd sempat melakukan penjualan 0,08% saham FORU dalam rangka memenuhi persyaratan free float. Setelah transaksi, IMR Asia Holding jadi menguasai 77,7% saham FORU. Dari sebelumnya sebanyak 77,79% saham.
Sebelumnya diberitakan, Fortune Indonesia (FORU) tengah melakukan penjajakan peluang bisnis baru. Hal ini sebagai langkah strategis untuk pengembangan bisnis FORU.
Sekretaris Perusahaan Fortune Indonesia, Sari Dewi mengungkapkan, rencana penjajakan bisnis baru tersebut meliputi berbagai bidang. Antara lain manufaktur baja, penyedia infrastruktur pertambangan, penyewaan alat berat dan mesin, hingga pertambangan.
“Perseroan melihat potensi pertumbuhan yang signifikan pada sektor-sektor tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada pemegang saham perseroan,” ungkap Sekretaris Perusahaan FORU Sari Dewi dalam keterbukaan informasi pekan lalu.
Anirudh Misra
IMR Asia Holding Pte Ltd telah resmi mengakuisisi 361,5 juta (77,7%) saham Fortune Indonesia (FORU) pada 7 Maret 2024. Sebelum diakuisisi, FORU dikendalikan konglomerat ternama, Peter Sondakh.
Penerima manfaat akhir FORU kini adalah Anirudh Misra yang juga menjabat sebagai direktur utama perseroan. Sejauh ini Fortune Indonesia (FORU) bergerak sebagai perusahaan periklanan.
Anirudh Misra adalah warga negara Inggris, usia 59 tahun. Berdasarkan informasi yang terdapat dalam situs web Fortune Indonesia (FORU), Anirudh merupakan lulusan salah satu perguruan tinggi terkemuka di India yaitu Institut Teknologi India dengan gelar sarjana teknis sipil pada tahun 1986.
Memulai karier di Tata Steel, dengan menempati berbagai posisi di tambang, pelabuhan, pabrik baja, dan ferro alloy.
Berbekal pengalaman dan keahlian yang didapat sepanjang kariernya di Tata Steel selama 10 tahun, dilanjutkan dengan terjun ke dalam dunia bisnis dengan mendirikan beberapa perusahaan berskala global, termasuk di Britania Raya dan India, termasuk mendirikan IMR Group di Zug, Swiss pada tahun 2004.
Saat ini, IMR Group telah berkembang menjadi salah satu perusahaan global terkemuka di bidang pertambangan, manufaktur, dan perdagangan, dengan fokus pada komoditas untuk industri baja dan energi. IMR Group beroperasi di Indonesia, Meksiko, Afrika Selatan, dan India. Saat ini, Anirudh Misra menjabat juga sebagai CEO group di IMR.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #fortune-indonesia #foru #saham-foru #fca #imr-asia-holding #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378422/lepas-dari-fca-saham-langsung-ara-hampir-kerp-5000