Saham Ini Lagi Diobral, padahal Labanya Naik 115%
Laba bersih Tugu Insurance (TUGU) naik 115% per September 2024. Saham TUGU lagi terdiskon besar. - Halaman all
(InvestorID) 30/10/24 19:44 17216200
JAKARTA, Investor.id – Kinerja keuangan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) tetap positif sepanjang Januari-September 2024, meski perseroan tidak lagi mencatatkan pendapatan sekali waktu (one off gain). Pada periode itu, laba bersih inti TUGU naik 115% menjadi Rp 552 miliar.
Mengacu pada laporan konsolidasian (non-audit) per 30 September 2024, jika memasukkan one off gain tahun lalu, laba bersih TUGU turun 51%.
Analis Phintraco Sekuritas Nur Wachidah mengatakan, penurunan laba itu tidak menunjukkan kinerja yang memburuk. Faktor penyebab penurunan tersebut adalah TUGU tidak lagi membukukan pendapatan sekali waktu dari kemenangan kasus atas Citibank (N.A).
Nur menjelaskan, pendapatan sekali waktu ini bukan merupakan core operation TUGU, sehingga dalam memahami konteks laporan keuangan TUGU yang actual, perlu dilakukan penyesuaian dengan mengeluarkan pendapatan sekali waktu tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret akan kinerja perseroan.
“Apabila laba bersih tahun lalu dikurangi pendapatan lain-lain non-core yang nilainya mencapai Rp 868 miliar, pertumbuhan laba bersih yang murni dari core operating TUGU mencapai 115%. Selain itu, kinerja sembilan bulan 2024 juga menunjukkan core operation yang semakin membaik” kata Nurwachidah, dikutip Rabu (30/10/2024).
Perseroan berhasil membukukan premi bruto senilai Rp 6,9 triliun, naik 26% secara tahunan (year on year/yoy). Penyumbang terbesar dari pertumbuhan premi ini masih berasal dari segmen asuransi kebakaran.
Premi bruto asuransi kebakaran mencapai Rp 2,9 triliun per September 2024 atau naik 53% dari periode yang sama tahun lalu. Kontribusi segmen ini ke total premi bruto perseroan mencapai 43%, disusul oleh segmen asuransi aneka (miscellaneous) sebesar Rp 1,4 triliun, naik 98% dan menyumbang 20% total premi bruto.
Total pendapatan underwriting TUGU mencapai 2,3 triliun atau naik 17%. Sementara itu, total pendapatan TUGU yang berasal dari pendapatan underwriting, pendapatan investasi, dan pendapatan usaha lainnya mencapai Rp 3,2 triliun, tumbuh 16%.
Sebaliknya, beban klaim neto perseroan hanya naik 9% menjadi Rp 1,6 triliun per akhir September 2024, sedangkan beban operasional turun 5% menjadi Rp 544 miliar. Laba usaha TUGU tumbuh 57% menjadi Rp 783 miliar.
Proyeksi Laba dan Target Harga Saham
Nur menjelaskan, laba bersih yang diatribusikan untuk pemilik entitas induk TUGU selama sembilan bulan ini bahkan mencapai 79% dari estimasi konsensus analis setahun penuh. Artinya, pencapaiannya di atas ekspektasi. Ini merupakan kinerja yang positif.
Dia optimistis, sepanjang tahun 2024, TUGU dapat mengantongi laba bersih sekitar Rp 700 miliar. Ini akan menjadi katalis positif untuk pergerakan harga saham.
Saat ini, dia menyatakan, TUGU masih bergerak di kisaran rasio PBV 0,4 kali, jauh terdiskon dibandingkan dengan peers dan industri asuransi umum sebesar 1 kali dan industri keuangan dengan PBV 1,96 kali. Ini menunjukkan potensi upside masih terbuka.
Saat ini, konsensus analis memberikan rekomendasi beli saham TUGU dengan rata-rata target harga 12 bulan ke depan Rp 2.050. Hal ini mengimplikasikan adanya potensi upside saham TUGU sebesar 81% dari harga penutupan terakhir.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-tugu #tugu #tugu-insurance #asuransi-tugu-pratama-indonesia #phintraco-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378507/saham-ini-lagi-diobral-padahal-labanya-naik-115