Moratorium Hotel di Bali Harus Dilakukan dengan Hati-Hati
Meskipun bisa berdampak positif untuk perkembangan sektor perhotelan di Bali, pemilihan wilayah pemberlakuan moratorium harus dipilih dengan hati-hati Halaman all
(Kompas.com) 30/10/24 20:07 17216373
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah meninjau kebijakan untuk wacana moratorium pembangunan hotel di wilayah Bali, terutama di Bali Selatan.
Saat ini wacana tersebut bertujuan untuk menahan pembangunan hotel baru demi mencegah alih fungsi lahan pertanian menjadi properti komersial.
Beberapa wilayah yang diusulkan untuk diterbitkan moratorium antara lain Badung, Denpasar, Gianyar dan Tabanan.
Meskipun bisa berdampak positif untuk perkembangan sektor perhotelan di Bali, pemilihan wilayah pemberlakuan moratorium harus dipilih dengan hati-hati.
Colliers Indonesia melihat bahwa rencana Kemenparekraf ini bisa menjadi sesuatu yang baik apabila moratorium dilakukan dengan benar, penuh strategi, dan juga terbuka.
Artinya,implementasi yang dilakukan harus sesuai dengan rencana, sehingga target yang ingin dicapai juga terealisasikan dengan benar.
“Agar hal tersebut tercapai, strategi juga harus dipikirkan dengan matang. Termasuk pemilihan area yang memang seharusnya memberlakukan moratorium ini,” ungkapHead of Hospitality Services Colliers Indonesia Satria Wei.
Sebab menurut Satria, apabila semua tidak sesuai dan tidak tepat sasaran, maka bisa erakibat pada hasil yang tidak semestinya.
“Moratorium ini seharusnya bisa membawa hasil yang positif, tidak hanya dalam distribusi
pembangunan, tetapi juga terhadap penghasilan dan kesejahteraan bagi daerah lainnya,” jelasnya.
Pembangunan di area lain diproyeksikan bisa mengalami peningkatan, terutama bagi area yang menawarkan ataupun memiliki karakter yang serupa, atau bahkan sama dengan area Bali Selatan.
“Peluang bagi sektor perhotelan adalah peningkatan kualitas produk dan pelayanan yang harusnya dapat dinikmati oleh para pengusaha pariwisata. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka,” tukas Satria.
Menyambut rencana moratorium hotel ini, pengelola hotel baik di Bali Selatan serta area lain perlu mempersiapkan diri agar mendapatkan imbas yang positif.