Merdeka Copper Gold Menuju Kemandirian Energi lewat Proyek Emas, Tembaga dan Nikel
MDKA semakin melangkah maju dengan 2 proyek masa depan potensial dengan cadangan besar. - Halaman all
(InvestorID) 30/10/24 14:52 17255018
JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Copper Gold, Tbk (IDX: MDKA) semakin melangkah maju dengan 2 proyek masa depan potensial dengan cadangan besar, yakni proyek Emas Pani di Gorontalo dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi. Tak hanya itu, Sebagai wujud dukungan upaya hilirisasi nikel kepada pemerintah, MDKA juga telah membangun fasilitas pengolahan nikel HPAL (High Pressure Acid Leach) yang dioperasikan dibawah anak perusahaan PT Merdeka Battery Materials (IDX:MBMA).
Proyek Emas Pani di Gorontalo akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, yang diperkirakan bisa beroperasi di akhir 2025. Dengan total kandungan sumber daya mineral sebesar 303,1 juta ton ore yang mengandung 6,9 juta ounces emas, proyek ini digadang-gadang akan menjadi tambang emas berbiaya rendah dan berumur panjang. Selain akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, berdasarkan hasil Feasibility Study (FS), Proyek Emas Pani akan menjadi salah satu sumber pendapatan signifikan bagi grup Merdeka pada masa mendatang, yaitu mencapai US$11,4 miliar, dengan EBITDA sebesar US$7,4 miliar selama periode 10 tahun pertama operasional.
Tambang Emas Tujuh Bukit yang merupakan tambang terbuka di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menggali bijih mineral dan mengekstraksi kandungan emas dan perak dengan metode pelindian yang efisien. Proyek ini juga telah menggunakan 100% listrik energi baru terbarukan (EBT) yang disuplai dari PLTP Kamojang, Jawa Barat. Proyek yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) ini ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional atas kualitas sumber daya mineralnya yang diakui oleh negara sebagai aset strategis.
Di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit, MDKA tengah mengembangkan Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang merupakan salah satu proyek tembaga terbesar di dunia yang masih dalam fase praproduksi. Proyek Tembaga Tujuh Bukit saat ini mengandung potensi 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ounces emas. Proyek ini memiliki manfaat ekonomi yang tinggi untuk pengembangan tambang bawah tanah yang berumur panjang dan signifikan secara global dengan pendekatan bertahap. Pada puncak produksinya, Proyek Tembaga Tujuh Bukit akan memproses 24 juta ton bijih per tahun untuk menghasilkan lebih dari 110.000 ton tembaga dan 350.000 ounces emas per tahun selama lebih dari 30 tahun.
Head of Corporate Comunication PT Merdeka Copper Gold,Tbk Tom Malik mengatakan, MDKA terus mengembangkan potensi sumber daya yang ada dengan pendekatan berbasis lingkungan yang ketat, untuk memenuhi visi sebagai tambang Nasional kelas Dunia.
“Potensi MDKA sangat cerah di masa depan, saat ini kami berkonsentrasi untuk membuka operasi-operasi baru lewat Proyek Emas Pani di Gorontalo dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi. Keduanya memiliki cadangan sumber daya yang signifikan, dan sangat potensial bagi masa depan," ujar Tom.
Sementara itu, lewat PT Merdeka Battery Materials, Tbk (MBMA) anak usahanya, MDKA terus berupaya menjadi perusahaan material baterai terkemuka yang terintegrasi secara vertikal dengan mengembangkan proyek menengah dan hilir yang signifikan dalam rantai nilai material baterai untuk menghasilkan produk berkualitas dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
MBMA juga terus mengembangkan beberapa pabrik pemrosesan High Pressure Acid Leach (HPAL) melalui kemitraan dengan perusahaan material baterai global terkemuka. Pabrik pengolahan HPAL ini akan memproses bijih nikel limonit dari Tambang SCM MBMA untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan pendahulu untuk industri baterai kendaraan listrik.
Fasilitas HPAL ini merupakan bukti nyata komitmen MDKA dalam mendorong hilirisasi industri nikel di Indonesia. Dengan fokus pada pengembangan proyek emas, tembaga hingga fasilitas HPAL, MDKA menunjukkan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, hilirisasi, dan kemandirian energi di Indonesia. Keberhasilan proyek-proyek ini akan berdampak signifikan bagi Indonesia, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan berkelanjutan.
“Dengan track record pengelolaan sumber daya yang sangat baik dan diakui regional maupun dunia internasional, MDKA sangat siap menyongsong masa depan melalui proyek-proyek prestisius kami, dan tentunya berkomitmen mematuhi regulasi serta mendukung kebijakan hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah pusat," tambah Tom.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #merdeka-copper #kemandirian-energi #emas #nikel #berita-ekonomi-terkini