Sinergia Animal: Banyak Perusahaan Asia Belum Tepati Komitmen Telur Bebas Sangkar
Sinergia Animal mengungkapkan banyak perusahaan kemungkinan tidak akan memenuhi komitmen mereka mendorong telur bebas sangkar pada tahun 2025.
(WE Finance) 31/10/24 14:45 17259697
Warta Ekonomi, Bandung -Sebanyak 50 perusahaan dilaporkan tidak membuat kemajuan, atau hanya sedikit sekali kemajuan dalam menerapkan komitmen menghentikan penggunaan telur dari bebas sangkar, ungkap studi terbaru NGO Sinergia Animal.
Laporan Bebas Sangkar terbaru yang dirilis oleh Sinergia Animal, mengungkapkan banyak perusahaan di Asia kemungkinan tidak akan memenuhi komitmen mereka dalam mengakhiri penggunaan telur dari sistem sangkar pada tahun 2025.
Dalam laporannya, Sinergia Animal mensurvei 78 perusahaan di India, Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Thailand, dan menemukan bahwa 50 di antaranya berisiko gagal memenuhi janji mereka untuk menghentikan penggunaan telur dari sistem kontroversial, yang sudah dilarang di banyak negara ini.
"Asia merupakan produsen telur terbesar di dunia. Jutaan ayam dikurung di sangkar yang membuat mereka tidak bisa berjalan, merentangkan sayap sepenuhnya, atau melakukan perilaku alami," kata Direktur Pengelola Act for Farmed Animals, koalisi NGO perlindungan hewan Sinergia Animal dan Animal Friends Jogja, Among Pakrosa, dalam keterangan resminya, Kamis (31/10/2024)
"Kami menyerukan kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk menepati janji mereka beralih ke sistem bebas sangkar sampai dengan tahun 2025,” sambungnya
Beberapa perusahaan tertinggal tersebut terdiri dari Perusahaan Bendera Merah yakni Perusahaan dengan komitmen bebas sangkar di tahun 2025 namun tidak melaporkan kemajuan mereka. Sedangkan Perusahaan Bendera Oranye yaitu Perusahaan yang melaporkan kemajuan di negara lain tetapi tidak di Asia.
Perusahaan terkenal, termasuk Best Western, Millennium & Copthorne Hotels, Au Bon Pain, dan Subway, masuk dalam dua kategori ini.