Masuk Daftar Kreditur Sritex, BNI Buka Suara

Masuk Daftar Kreditur Sritex, BNI Buka Suara

BNI buka suara terkait posisinya yang menjadi salah satu kreditur PT Sri Rejeki Isman TBk atau Sritex. Halaman all

(Kompas.com) 31/10/24 14:41 17268917

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) buka suara terkait posisinya yang menjadi salah satu kreditur PT Sri Rejeki Isman TBk atau Sritex.

Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan proses Sritex pailit oleh PN Semarang.

Secara khusus, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan untuk membahas langkah-langkah selanjutnya.

SHUTTERSTOCK/WIBISONO.ARI Ilustrasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
"BNI menghormati proses yang masih berjalan terkait pernyataan pailit Sri Rejeki Isman (Sritex) oleh Pengadilan Niaga Semarang yang dilanjutkan oleh pengajuan Kasasi oleh Sritex," kata dia dalam keterangan resmi kepada media, dikutip Kamis (31/10/2024).

Ia menambahkan, BNI memiliki rasio pencadangan yang cukup kuat dan terbukti telah berhasil menjaga kualitas aset lebih baik dengan rasio Loan at Risk turun dari 14,4 persen menjadi 11,8 persen hingga September 2024.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) turun menjadi 2 persen dari 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dengan prinsip yang prudent, kami meyakini risiko yang akan mempengaruhi laba perseroan akan terbatas," tutup dia.

Sebagai informasi, raksasa tekstil Asia Tenggara Sritex telah divonis pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.

Keputusan itu merupakan buntut dari permasalahan keuangan perusahaan yang pelik. Adapun, kerugian terus meningkat, dan utang perusahaan tercatat kian membengkak.

Berdasarkan dokumen laporan keuangan perusahaan, emiten dengan kode saham SRIL itu memiliki total utang atau liabilitas sebesar 1,59 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 24,96 triliun (asumsi kurs Rp 15.700 per dollar AS) sampai dengan Juni 2024.

Dilihat berdasarkan sumbernya, utang bank menjadi salah satu pos liabilitas paling besar Sritex, dengan nilai mencapai 809,99 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 12,71 triliun. Nilai tersebut merupakan total dari pinjaman yang diberikan oleh 28 bank.

#bni #sritex #sritex-pailit #pt-sri-rejeki-isman-tbk

https://money.kompas.com/read/2024/10/31/144119326/masuk-daftar-kreditur-sritex-bni-buka-suara