Menko Airlangga Kumpulkan 7 Kementerian, Bahas Anggaran 2025
Menko Airlangga dan 7 Kementerian/Lembaga membahas anggaran 2025 dan perubahan struktur organisasi pemerintahan. Halaman all
(Kompas.com) 01/11/24 07:20 17299158
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumpulkan perwakilan dari kementerian dan lembaga (K/L) untuk membahas anggaran 2025 dan perubahan struktur organisasi pemerintahan.
Adapun perwakilan yang dipanggil Airlangga ke kantornya pada Kamis (31/10/2024) berasal dari 7 kementerian yang berada di bawah Kemenko Perekonomian, yaitu Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Kementerian Pariwisata.
"(Pembahasan pertemuan hari ini) mengenai anggaran 2025 dan perubahan struktur dari masing-masing K/L. Semuanya hadir yang di bawah Kemenko 7 K/L," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Untuk diketahui, terdapat perubahan nomenklatur kementerian pada Kabinet Merah Putih, yakni bertambah menjadi 48 kementerian dari 34 kementerian pada kabinet sebelumnya.
Perubahan tersebut menyebabkan struktur organisasi kementerian perlu dirombak karena ada sejumlah kementerian yang dipecah.
Oleh karenanya, Airlangga meminta 7 kementerian yang di bawah Kemenko Perekonomian untuk segera menyelesaikan penyusunan struktur organisasi baru dan mematangkan anggaran untuk tahun depan.
“Diharapkan struktur organisasi itu bisa selesai dan juga terkait dengan persiapan anggaran di bulan November. Jadi seluruh K/L diminta untuk segera menyesuaikan sambil menunggu regulasi mengenai SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja),” ucapnya.
Hal serupa diungkapkan Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi yang mewakili Kemenaker dalam pertemuan tersebut.
“Tadi bahas tentangan informasi anggaran di bawah Kemenko Perekonomian. Karena memang kan beberapa Kementerian itu kan ada perubahan ya. Misalnya Kementerian Pariwisata kan kepecah ya jadi Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif,” ungkapnya.
Namun demikian, dalam pertemuan tersebut belum membahas secara detail terkait skema pembagian anggaran setelah K/L dipisah. Yang jelas, untuk anggaran di sisa tahun 2024 ini kementerian masih akan mengacu pada anggaran yang telah disusun sebelumnya.
“Yang penting adalah bagaimana anggaran-anggaran yang saat ini kita kelola ini betul-betul. Kalau tahun anggaran yang sekarang tentunya kan dengan nomenklatur yang lama ya diselesaikan, baru kita berbicara tahun 2025-nya itu dengan nomenklatur yang baru,” tuturnya.