Aturan Baru Bappebti Buka Potensi Meningkatkan Volume Transaksi Kripto di Indonesia
Aturan baru Bappebti memperbolehkan badan usaha atau badan hukum untuk berinvestasi di pasar kripto melalui Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Halaman all
(Kompas.com) 01/11/24 08:00 17302265
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerbitkan Peraturan Nomor 9 Tahun 2024, yang memperbarui regulasi perdagangan kripto dan membuka peluang investasi bagi investor institusi.
Melalui aturan ini, Bappebti memperbolehkan badan usaha atau badan hukum untuk berinvestasi di pasar kripto melalui Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang memenuhi kriteria tertentu. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak volume perdagangan dan meningkatkan daya tarik industri kripto di Indonesia.
Kepala Bappebti, Kasan, menegaskan bahwa aturan ini merupakan respons terhadap tren global yang menunjukkan peningkatan minat investor institusional pada aset kripto.
“Adanya kebijakan ini, diharapkan pasar kripto di Indonesia akan semakin berkembang pesat. Dengan semakin banyaknya investor institusi yang masuk ke pasar kripto Indonesia, diharapkan akan terjadi peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” ujar Kasan melalui keterangan pers, Kamis (31/10/2024).
Tokocrypto Sambut Positif Kebijakan Baru Bappebti
Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal, menyambut positif kebijakan terbaru dari Bappebti ini. Ia menilai bahwa keterlibatan investor institusional akan mendukung pengembangan ekosistem kripto di Indonesia, terutama dalam hal peningkatan volume transaksi dan kepercayaan institusional.
“Tokocrypto mendukung penuh langkah Bappebti dalam membuka akses bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto. Kami percaya bahwa aturan ini akan membawa dampak positif dalam pengembangan ekosistem kripto di Indonesia,” jelas Iqbal.
Sebagai platform PFAK berlisensi, Tokocrypto tengah mengkaji peraturan baru ini untuk memastikan kesiapan platform dalam memenuhi kebutuhan investor institusi.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengguna, termasuk investor institusi. Oleh karena itu, kami akan terus berinovasi dan mengembangkan fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan pasar,” tambah Iqbal.
Potensi Pertumbuhan Pasar Kripto yang Pesat
Kebijakan baru ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan pasar kripto di Indonesia. Dengan masuknya investor institusi yang memiliki akses modal besar, volume transaksi kripto diharapkan meningkat secara substansial.
Iqbal optimistis bahwa transaksi kripto dapat tumbuh hingga dua hingga tiga kali lipat dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan tren global dan pertumbuhan transaksi kripto di Indonesia.
Bappebti mencatat bahwa nilai transaksi kripto Indonesia pada Januari-September 2024 mencapai Rp 426,69 triliun, meningkat sebesar 351,97 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hingga September 2024, jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia mencapai 21,27 juta, menunjukkan minat yang terus meningkat dari masyarakat terhadap perdagangan kripto.
Kolaborasi untuk Masa Depan Industri Kripto
Tokocrypto juga menyatakan terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk regulator, pelaku industri, dan investor institusi, guna menciptakan ekosistem kripto yang berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk membangun ekosistem kripto yang kuat dan berkelanjutan. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan visi bersama dalam mengembangkan industri kripto di Indonesia,” tegas Iqbal.
Kebijakan Bappebti ini diharapkan akan memperkuat posisi Indonesia dalam adopsi kripto global.
Tokocrypto, sebagai salah satu pemain utama di industri kripto Indonesia, berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pertumbuhan sektor ini dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi digital nasional.