Membandingkan Kinerja MNC Bank dan Bank Nobu hingga Kuartal III 2024 Halaman all

Membandingkan Kinerja MNC Bank dan Bank Nobu hingga Kuartal III 2024 Halaman all

MNC Bank dan Bank Nobu mencatatkan kinerja keuangan berbanding terbalik di 2024. Siapa yang lebih unggul? Halaman all

(Kompas.com) 01/11/24 11:11 17307860

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kabar merger yang batal terjadi, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang berbanding terbalik.

Berdasarkan dokumen laporan keuangan masing-masing perusahaan hingga kuartal III-2024, MNC Bank tercatat mengalami penurunan laba bersih, sementara Bank Nobu menorehkan pertumbuhan.

Tercatat MNC Bank membukukan laba bersih sebesar Rp 49,47 miliar, turun 14,7 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 57,97 miliar.

Penurunan itu terjadi seiring dengan pendapatan bunga bersih perusahaan yang menurun, dari tahun lalu sebesar Rp 462,76 miliar menjadi Rp 397,46 miliar.

Selain itu, pendapatan operasional lain juga tercatat menurun, dari semula Rp 77,49 miliar menjadi Rp 73,92 miliar.

Dari sisi fungsi intermediasi, bank yang terafiliasi dengan Hary Tanoesoedibjo itu mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 10,85 triliun, tumbuh 8,04 persen secara tahunan.

"Di tengah kondisi perekonomian yang kurang bergairah, MNC Bank tetap berhasil mencatatkan peningkatan total aset sebesar 11,26 persen year on year, dari Rp 17,35 triliun pada kuartal III 2023 menjadi Rp 19,31 triliun di kuartal III 2024," tutur Presiden Direktur MNC Bank, Rita Montagna, dalam keterangannya, dikutip Jumat (1/11/2024).

Sementara itu, Bank Nobu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 226,25 miliar, tumbuh 116,71 persen secara tahunan dari Rp 104,40 miliar.

Pertumbuhan itu ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat dari tahun lalu sebesar Rp 550,74 miliar menjadi Rp 710,68 miliar.

Kemudian, pendapatan operasional bank yang terafiliasi dengan James Riady itu juga meningkat, dari tahun lalu sebesar Rp 103,20 miliar menjadi Rp 212,81 miliar.

Sebagai informasi, sejak 2023, kedua bank itu dikabarkan akan melakukan merger untuk memperkuat permodalan.

Namun, aksi itu tidak kunjung terealisasi hingga saat ini, bahkan dikabarkan batal, akibat perbedaan kinerja bisnis kedua perusahaan.

Akan tetapi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, sampai saat ini belum ada potensi pembatalan rencana aksi korporasi yang sebenarnya semula ditargetkan rampung pada Agustus 2023.

"Dan OJK tidak memberikan batas waktu bagi MNC Bank dan NOBU Bank untuk melakukan merger secara sukarela," kata dia, dalam keterangannya, Jumat (11/10/2024).

Dian bilang, sebenarnya kondisi dan kinerja MNC Bank dan Nobu Bank masih relatif baik dengan permodalan yang sudah di atas ketentuan minimum, yakni Rp 3 triliun, sehingga OJK tidak akan memaksa proses merger.

"OJK tidak ingin menggunakan paksaan," ujarnya.

#merger #bank-nobu #mnc-bank #kinerja-keuangan

https://money.kompas.com/read/2024/11/01/111100626/membandingkan-kinerja-mnc-bank-dan-bank-nobu-hingga-kuartal-iii-2024?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner