Adaptation Finance Diperlukan untuk Hadapi Risiko Perubahan Iklim di Indonesia
Langkah konkret untuk menerapkan Adaptation Finance ini diwujudkan melalui kemitraan strategis antara NEC Indonesia dan Sinar Mas Land. Halaman all
(Kompas.com) 01/11/24 10:26 17307865
JAKARTA, KOMPAS.com – Dengan meningkatnya frekuensi bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim, perlunya Adaptation Finance sebagai strategi mitigasi semakin mendesak.
Adaptation Finance merupakan inisiatif dari United Nations Environment Programme (UNEP) yang dirancang untuk memperkirakan risiko dan dampak dari perubahan iklim serta mengidentifikasi solusi adaptasi yang sesuai.
Inisiatif ini menjadi penting bagi Indonesia, yang rentan terhadap berbagai bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan siklon tropis, agar dapat memperkuat ketahanan ekonomi sektor-sektor terdampak.
Langkah konkret untuk menerapkan Adaptation Finance ini diwujudkan melalui kemitraan strategis antara NEC Indonesia dan Sinar Mas Land, yang dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di BSD City pada 15 Oktober 2024.
CEO Technology Advisory and Business Sinar Mas Land, Irvan Yasni, dan Presiden Direktur NEC Indonesia, Joji Yamamoto, meneken MoU bersama Corporate Executive Vice President NEC Corporation, Yutaka Ukegawa, dan Chief Transformation & Data Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani.
“Adaptation Finance menghadirkan peluang besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan aman dalam menghadapi risiko bencana akibat perubahan iklim. Kami akan melakukan penelitian bersama NEC Indonesia guna mengembangkan studi kasus untuk mengantisipasi langkah-langkah adaptasi," kata Irvan Yasni, melalui keterangan pers, Jumat (1/11/2024).
Joji Yamamoto menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan solusi keuangan adaptif melalui pemanfaatan teknologi dan data. "NEC sangat antusias dengan kerja sama ini, dan kami percaya teknologi kami dapat membantu mengurangi risiko dampak perubahan iklim," katanya.
Adaptation Finance bertujuan mengintegrasikan teknologi visualisasi risiko yang memungkinkan perusahaan-perusahaan di sektor keuangan, termasuk perbankan dan asuransi, untuk memperkirakan kerugian yang mungkin terjadi akibat bencana.
Dengan pemetaan data yang komprehensif, kolaborasi NEC Indonesia dan Sinar Mas Land ini akan memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan analitik prediktif untuk merancang alokasi dana yang lebih strategis.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sektor keuangan dan mendukung perlindungan masyarakat serta infrastruktur secara berkelanjutan.
Kemudian, penerapan Adaptation Finance juga akan mempercepat pengembangan solusi mitigasi di industri, dengan memberikan panduan bagi pelaku usaha untuk menilai potensi kerugian dan menerapkan langkah-langkah adaptasi yang proaktif.
Dengan kerja sama ini, Adaptation Finance diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan ekonomi dan ekosistem Indonesia, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sebagai informasi, PT NEC Indonesia, yang berdiri sejak 1968, adalah penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan layanan di berbagai sektor, termasuk keuangan, transportasi, ritel, dan pemerintahan.
Sedangkan Sinar Mas Land adalah pengembang properti di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, dikenal dengan pengembangan kota mandiri seperti BSD City.