Erick Thohir Yakin Target Dividen BUMN Rp 90 Triliun Bakal Tercapai Halaman all
Erick meyakini target setoran dividen perusahaan pelat merah ke negara sebesar Rp 90 triliun bakal tercapai di sisa dua bulan terakhir 2024. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 01/11/24 14:33 17323078
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meyakini target setoran dividen perusahaan pelat merah ke negara sebesar Rp 90 triliun bakal tercapai di sisa dua bulan terakhir 2024.
Pemerintah dan DPR RI menetapkan target setoran dividen BUMN di 2025 atas kinerja tahun buku 2024 bisa mencapai Rp 90 triliun, naik dari sebelumnya yang sebesar Rp 85 triliun.
"Kemarin dividen sudah diketok Rp 90 triliun. Kalau kita lihat bukunya ini tinggal 2-3 bulan, insyaallah tercapai," ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/11/2024).
KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Erick Thohir, Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran. Menteri BUMN Erick Thohir saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (17/4/2024).Ia menuturkan, Kementerian BUMN saat ini sedang mengonsolidasikan seluruh perusahaan pelat merah untuk merapihkan program kerja BUMN.
Erick pun akan melakukan pertemuan dengan para pimpinan BUMN untuk mengkomunikasikan target-target yang ingin dicapai di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami akan ketemu para dirut nanti beberapa minggu ke depan untuk memastikan sesuai dengan program yang diminta oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata dia.
Selain itu, Kementerian BUMN juga berkoordinasi dengan lintas kementerian untuk merapihkan kebijakan agar program yang dijalankan BUMN bisa berdampak optimal terhadap perekonomian nasional.
Adapun beberapa program prioritas yang saat ini dijalankan BUMN di antaranya pembiayaan oleh Bank Himbara dan PMN Mekaar yang melayani 21,2 juta nasabah.
Kemudian ada proyek strategis nasional (PSN) kawasan ekonomi khusus (KEK) Sanur yang bakal diresmikan Maret 2025 mendatang, serta proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Untuk mengkonsolidasi program kerja dan kebijakan terkait BUMN, Erick akan berkoordinasi dengan DPR RI dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam menyusun peta jalan (blueprint) BUMN di lima tahun ke depan.