Erick Thohir Ungkap Cita-Cita Jadikan Indofarma Produsen Obat Herbal, tetapi...
Erick menuturkan, tata kelola perusahaan yang tidak baik di Indofarma membuat anak usaha Bio Farma itu harus menjalani proses hukum. Halaman all
(Kompas.com) 01/11/24 18:24 17330886
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pernah bercita-cita menjadikan PT Indofarma Tbk sebagai produsen obat herbal. Sayangnya, hal itu tak tercapai karena terganjal kasus korupsi.
Ia menuturkan, tata kelola perusahaan yang tidak baik di Indofarma membuat anak usaha Bio Farma itu harus menjalani proses hukum. Kini fokusnya pun menjadi penyehatan perusahaan bukan pengembangan obat herbal.
"Tadinya kan cita-cita, cita-cita boleh lah, Indofarma itu kita mau dikhususkan di herbal, di roadmap kita," ungkap Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/11/2024).
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024)."Cuma kan sayangnya ya, good corporate governance-nya kalau dilanggar, ya cita-cita itu enggak jadi kenyataan," imbuh dia.
Erick mengungkapkan, cita-cita awal menjadikan Indofarma sebagai produsen obat herbal bukan tanpa alasan. Hal ini didasari potensi Indonesia yang kaya akan bahan-bahan obat herbal.
Selain itu, pengembangan obat herbal ini bertujuan menekan ketergantungan terhadap obat-obatan impor. Saat ini 80 persen bahan baku obat-obatan Indonesia masih dipasok dari luar negeri.
"Kita melihat potensi obat-obatan herbal kita. Itu tidak kalah dengan India dan China mestinya. Sekarang secara global, obat-obatan herbal ini sudah menjadi salah satu alternatif pengobatan, menjadi sebuah solusi untuk safetiness atau kesehatan secara berkelanjutan," kata Erick.
Namun, saat ini fokus Kementerian BUMN bersama Bio Farma yakni mengusahakan penyehatan Indofarma.
Perbaikan kinerja salah satunya akan dilakukan dengan menggandeng swasta yang bisa menjamin pasokan bahan baku untuk produksi obat-obatan Indofarma. Dengan demikian, operasional perusahaan bisa terus berjalan.
PEXELS/KAROLINA GRABOWSKA Ilustrasi obat."Ketika produksi terjadi, kita coba melihat kalau bisa 50 persen dari hasil produksinya itu untuk dikirim ke luar negeri," ungkapnya.
Meski begitu, Erick memastikan, pelaksanaan strategi penyehatan Indofarma akan dilakukan secara hati-hati dengan menerapkan prinsip check and balance.
Pihaknya akan memperhatikan kecukupan bahan baku dan terpenuhinya pasar obat-obatan dalam negeri sebelum akhirnya melakukan ekpsor.
"Karena dengan check and balance, saling kontrol ini, saya rasa itu yang menjadi metode yang sangat ampuh untuk BUMN hari ini dan ke depan," kata dia.
Pararel dengan upaya penyehatan, proses hukum atas kasus korupsi Indofarma akan tetap menjadi prioritas Kementerian BUMN.
Ia bilang, \'bersih-bersih\' perusahaan pelat merah memang menjadi agenda Kementerian BUMN. Menurutnya, tak ada perbedaan penanganan terhadap kasus korupsi di BUMN, seluruhnya akan ditindak secara tegas.
"Jadi kalau soal kasus korupsinya, saya rasa ya kita tidak pandang bulu. Kita periksa, kita ambil siapa pun yang melakukan fraud atau penipuan-penipuan. Tetapi yang paling penting juga, kami melihat bagaimana bisnis modelingnya itu harus diperbaiki," ucap Erick.