Jasa Marga (JSMR) Ungkap Penyebab Laba Bersih Susut 44%
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan laba bersih pada periode Januari-September 2024 sebesar Rp 3,30 triliun, menyusut 44,75% secara yoy. - Halaman all
(InvestorID) 31/10/24 18:29 17335946
JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan laba bersih pada periode Januari-September 2024 sebesar Rp 3,30 triliun, menyusut 44,75% dibanding laba bersih periode sama tahun lalu sebesar Rp 5,97 triliun.
Padahal, bila mengacu pada laporan keuangan konsolidasian yang berakhir 30 September 2024, emiten jalan tol BUMN tersebut menorehkan pendapatan tumbuh sebesar 44,64% menjadi Rp 20,36 triliun ketimbang sebelumnya Rp 14 triliun.
Sekretaris Perusahaan dan Pimpinan Pejabat Administrasi Jasa Marga, Nixon Sitorus, mengungkapkan penurunan laba bersih Jasa Marga yang tercermin pada periode ini akibat adanya perbedaan kontribusi laba non-cash yang berasal dari aksi korporasi perseroan.
Pada periode kuartal III-2023, Nixon memaparkan, Jasa Marga mencatatkan laba non-cash sekitar Rp 4,11 triliun yang berasal dari pemenuhan PSAK 22 tentang kombinasi bisnis sehubungan dengan aksi PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengonsolidasikan kembali PT Jasamarga Solo Ngawi, PT Jasamarga Semarang Batang, dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono lewat akuisisi saham PT Lintas Marga Jawa.
Sedangkan, pada periode kuartal III-2024, laba non-cash yang berasal dari pemenuhan peraturan menteri keuangan (PMK) 72 tentang penyusutan harga berwujud dan/atau amortisasi harga tak berwujud hanya sebesar Rp 702,38 miliar.
“Jika pencapaian laba bersih kuartal III-2023 dan 2024 tidak memasukkan komponen laba non-cash, maka Jasa Marga meraih nilai core profit sebesar Rp 2,60 triliun pada kuartal III-2024, tumbuh 39,52% dibanding kuartal III-2023. Ini membuktikan komitmen perseroan untuk tetap mencapai target dan meningkatkan kinerjanya,” beber Nixon dalam keterangan resminya, Kamis (31/10/2024).
Sementara dari sisi pendapatan, emiten berkode saham JSMR tersebut mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 13,86 triliun, tumbuh 25,93% dari kuartal III-2023. Nilai pendapatan usaha JSMR dikontribusikan dari kinerja pendapatan tol sebesar Rp 12,74 triliun dan kinerja pendapatan usaha lain sebesar Rp 1,11 triliun.
Selain itu, Jasa Marga juga mampu meningkatkan kinerja dan kesehatan finansial perusahaan tercermin dari realisasi EBITDA yang terjaga, mencapai Rp 9,29 triliun, naik 35,98% dari tahun lalu dengan realisasi EBITDA Margin yang lebih baik dibandingkan kuartal III- 2023 mencapai 67,04% di tengah pengoperasian ruas-ruas tol baru.
Volume Transaksi
Hingga triwulan III-2024, Jasa Marga mencatatkan total volume transaksi di jalan tol Jasa Marga Group mencapai 968,9 juta kendaraan. Menurut Nixon, jumlah tersebut tumbuh 1,2% dibandingkan total volume transaksi pada periode sama 2023. “Sementara, realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) di jalan tol Jasa Marga Group mencapai 3,55 juta kendaraan setiap harinya,” ujar Nixon.
Sampai periode sembilan bulan tahun ini, JSMR masih pemimpin pasar di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol Jasa Marga Group yang beroperasi sepanjang 1.286 km. Panjang ini mencerminkan 45% dari jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. Adapun, total konsesi jalan tol yang dimiliki Jasa Marga adalah sepanjang 1.736 km di seluruh Indonesia.
Saat ini, Jasa Marga memiliki beberapa proyek dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan yaitu, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Tol Akses Patimban.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #jasa-marga #jsmr #bumn-jalan-tol #laba-jsmr #kuartal-iii-2024-jsmr #pendapatan-usaha-jsmr #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378648/jasa-marga-jsmr-ungkap-penyebab-laba-bersih-susut-44