Profil Rumah di Tangerang yang Bakal Dibagi Gratis buat Rakyat
Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan rumah telah dilaksanakan pada Jumat (1/11/2024). Halaman all
(Kompas.com) 02/11/24 11:00 17354153
KOMPAS.com - Program 3 Juta Rumah telah resmi dimulai oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Jumat (1/11/2024).
Hal itu ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kegiatan tersebut juga bagian dari pencanangan Gerakan Nasional Gotong Royong Membangun Rumah Rakyat.
"Mohon doa restu ya," ucap Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, dikutip dari tayangan Youtube Kompas.TV.
Ia pun berharap pembangunan rumah di Tangerang ini bisa menjadi contoh bagi para pengembang swasta dan masyarakat agar turut berkontribusi dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah.
Dirangkum oleh Kompas.com, berikut profil rumah di Tangerang yang akan diberikan secara gratis untuk rakyat:
Status lahan
Rumah MBR ini dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar hasil sumbangan dari Ara dan PT Bumi Samboro Sukses.
"Ini Pak Nino (Komisaris Utama PT Bumi Samboro Sukses Antonio) partner saya, jadi ini tanahnya sebagian punya menteri, sebagian punya Pak Nino," ujar Menteri PKP itu.
Spesifikasi rumah
Pembangunan rumah ini akan dilaksanakan oleh Agung Sedayu Group, perusahaan milik konglomerat properti Sugianto Kusuma alias Aguan.
Aguan mengatakan, rumah yang akan dibangun sebanyak 250 unit termasuk isinya alias furniture.
"Tipe 36, tanah 60 (meter persegi)," kata Aguan.
Berdasarkan papan informasi rencana pembangunan, rumah tersebut akan terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang keluarga, dapur, serta area untuk parkir 1 mobil dan 1 motor.
Untuk kawasan perumahannya menggunakan one gate system, dan akan dilengkapi masjid, sekolah, serta lapangan serbaguna.
Aguan menyebut bahwa rumah MBR ini akan mengusung konsep inklusif dan hijau alias ramah lingkunga
"Pasti konsepnya hijau, karena kami pembangunan ini bukan udah ngerti, memang expert nya kami, kami ikuti aturan," imbuhnya.
Pendanaan
Aguan menyampaikan, total biaya pembangunan rumah MBR di Tangerang ini diperkirakan menelan Rp 60 miliar.
Sumber dananya berasal dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di PIK2.
"Itu dananya dari perusahaan dari PIK 2. Perusahaan memang kami siapkan dana CSR-nya. Jadi untuk semua dananya sekitar Rp 60 miliar. Kami dari perusahaan memang siapkan setiap tahun ada sisihkan dari CSR-nya," terangnya.
Waktu penyelesaian
Aguan memperkirakan pembangunan rumah akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2025.
"Selesainya tahun depan, ya sekitar kuartal ketiga," katanya.
Kemudian ia menyanggupi penegasan Ara yang menyebut bahwa pembangunan rumah akan selesai pada Oktober 2025.
"Jadi Sumpah Pemuda 28 Oktober udah jadi paling lama ya," tandas Ara sambil menjabat tangan Aguan.